Home Editorial Persiraja Banda Aceh dijual
EditorialHeadlineNewsOlahraga

Persiraja Banda Aceh dijual

Share
Zulfikar SBY tampung Persiraja Banda Aceh
Wasit Iwan Sukoco memberikan kartu merah kepada pesepak bola Persiraja Banda Aceh Andika Kurniawan (kiri) usai melanggar pesepak bola PSIS Semarang pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Rabu (12/1/2022) malam. PSIS Semarang menang atas Persiraja Banda Aceh dengan skor 1-0. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.
Share

MUSIM kompetisi Liga 2 tahun 2023 tinggal beberapa pekan lagi akan dimulai. PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sendiri, belum memastikan format pertandingan, masih menggunakan metode tiga wilayah, atau dua. Persetujuan PSSI akan jadi penentu keputusan tersebut.

Sejumlah tim yang akan bertanding di Liga 2 telah mematangkan persiapan, PSMS Medan, PSDS Deli Serdang, dan Sriwajaya FC telah berburu amunisi pemain hadapi kompetisi sepak bola kasta Nomor dua nasional tersebut.

Lantas bagaimana nasib Persiraja Banda Aceh?. Sejak menyatakan Nazaruddin Dek Gam nyatakan diri mundur sebagai presiden klub, nasib klub berjuluk Lantak Laju itu tak menentu. Manajemen sendiri, seperti tak punya asa, tidak ada informasi perburuan pemain, dan bahkan kepastian ikut bertanding di Liga 2.

Ya, nasib Persiraja Banda Aceh tak menentu. Usai turun kasta ke Liga 2, kondisi klub tak pasti, bahkan Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam Sudah angkat bendera putih.

“Silahkan bagi siapa saja, untuk ambil Persiraja. Saya sudah mundur,” kata Dek Gam, karib Nazaruddin disapa.

Anggota DPR RI asal pemilihan Aceh itu bahkan meminta Pemko Banda Aceh untuk ambil alih Persiraja, sebab daerah itu punya saham 20 persen di klub kebanggaan masyarakat provinsi ujung barat Sumatra itu.

Ditanya mengenai persiapan Persiraja Banda Aceh hadapi musim kompetisi Liga 2 tahun 2023, Jumat (5/8/2022), Dek Gam kembali berujar, saya sudah mundur dari Persiraja.

Dengan waktu yang tinggal menghitung hari, dipastikan Persiraja Banda Aceh tidak akan ikut dalam kompetisi Liga 2, dengan begitu, harus ada suatu sikap yang jelas dari manajemen terkait dengan hal tersebut. Apakah membiarkan Persiraja mati suri, atau pilihannya selamat klub itu.

Pecinta Persiraja Banda Aceh harus memikirkan hal itu, terutama tifosi klub, dengan mendesak manajemen untuk mengambil langkah darurat untuk penyelamatan. 

Opsi terbaik adalah menjual Persiraja Banda Aceh kepada pihak lain, dengan pilihan markas klub akan berpindah ke provinsi lain, atau semua pihak berpadu memikirkan langkah-langkah penyelamatan Persiraja, BUMD, Pemerintah Aceh, dan para pihak pecinta Persiraja harus memikirkan hal itu. Semoga Persiraja tetap di hati rakyat Aceh, dan ada pihak yang membeli klub tanah rencong itu. (** EDITORIAL)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi
News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...