Home News Polandia kerahkan 1.000 tentara siapkan perang atas Belarusia
News

Polandia kerahkan 1.000 tentara siapkan perang atas Belarusia

Share
Polandia kerahkan 1.000 tentara siapkan perang atas Belarusia
Polandia telah mengumumkan penambahan pasukan ke perbatasan dengan Belarus. (Anadolu)
Share

POPULARITAS.COM – Intensitas ketegangan antara Polandia dan Belarusia terus meningkat. Kemungkin perang kedua negara pun di depan mata. Langkah itu, menyusul penempatan 10 ribu pasukan ke perbatasan oleh Polandia.

Kekhawatiran Polandia bukan beralasan, hal itu dikarenakan kelompok tentara bayaran Wagner Group, saat ini menjadikan Belarusia sebagai basis kekuatan. Itulah yang kemudian membuat Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak taruh kekhawatiran.

Dalam keterangannya kepada Radio 1 Polandia, dilansir laman Antara, Sabtu (12/8/2023), Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan, saat ini, 10 ribu tentara telah dikerahkan ke perbatasan.

Dari jumlah itu, 4 ribu pasukan terlibat langsung mendukung penjaga perbatasan, sementara sisanya, sejumlah 6 ribu orang ditempatkan untuk mendukung sebagai cadangan.

Pengumuman itu muncul sehari setelah kantor kepresidenan Belarus menyerukan kepada Polandia untuk menahan diri dari konfrontasi bersenjata.

“Wahai saudara kami di Polandia. Kita bertetangga. Belarus dan Polandia memiliki sejarah yang sama selama ratusan tahun. Tidak ada alasan memperlakukan tanah Belarus sebagai perbatasan timur Polandia,” kata seruan itu yang disampaikan dalam pertemuan pasukan patriotik Republik Belarus pada Rabu (9/8).

Pernyataan itu menyinggung hubungan sejarah Polandia dengan Belarus, yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet setelah Perang Dunia II.

“Kami ingin meyakini bahwa kalian tidak akan tertipu oleh propaganda agresif. Sejarah menjadi bukti bagaimana Belarus mengusir invasi dari Barat,” kata seruan itu.

Namun, Blaszczak mengatakan kepada Radio Polandia bahwa seruan tersebut bisa semakin memprovokasi ketegangan di sepanjang perbatasan Polandia-Belarus.

“Tentu saja, ini adalah provokasi. Kami harus siap untuk berbagai skenario, (dan) kami tidak menutup kemungkinan apa pun. Itu sebabnya kami memutuskan untuk memindahkan pasukan lebih dekat ke perbatasan untuk mencegah agresor,” katanya.

Blaszczak juga mengatakan ada peningkatan arus imigran gelap dari Timur Tengah dan Afrika yang melintasi perbatasan Polandia-Belarus secara ilegal.

Pada Rabu, pemerintah Polandia mengumumkan rencana untuk mengerahkan 2.000 tentara tambahan ke perbatasan dengan Belarus. Mereka menuding Belarus memfasilitasi imigran gelap.

Menurut Blaszczak, jumlah imigran yang berusaha melintasi perbatasan secara ilegal dari Belarus ke Polandia dan Uni Eropa tahun ini mencapai sekitar 20.000 orang, jauh lebih banyak daripada tahun lalu yang tercatat kurang dari 16.000 orang.

Pada Juli, jumlahnya memecahkan rekor dengan hampir 4.000 orang mencoba memasuki Polandia dalam sebulan.

Polandia menuding setiap penyeberangan perbatasan ilegal didukung oleh Belarus, tetapi tuduhan tersebut dibantah oleh tetangganya itu.

Polandia baru-baru ini mengeklaim bahwa kelompok Wagner, yang dilaporkan berada di Belarus, dapat mempersenjatai para imigran yang melintasi perbatasan untuk memancing reaksi dari Warsawa.

Sumber: Anadolu

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...