Home Insfrastruktur Prabowo Pimpin Ratas Percepat Perencanaan Giant Sea Wall di Pantura
Insfrastruktur

Prabowo Pimpin Ratas Percepat Perencanaan Giant Sea Wall di Pantura

Presiden instruksikan libatkan akademisi agar proyek strategis nasional lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan

Share
Prabowo Pimpin Ratas Percepat Perencanaan Giant Sea Wall di Pantura
Gambar: ilustrasi giant sea wall
Share

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka untuk mempercepat pematangan perencanaan proyek Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). Rapat yang digelar Senin (20 April 2026) itu menjadikan Giant Sea Wall sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional prioritas.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan dua hal sekaligus: kecepatan dan kualitas perencanaan. Pemerintah juga memastikan optimalisasi sumber daya dalam negeri agar proyek berjalan lebih efisien.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendapat tugas khusus. Ia diminta segera melibatkan dosen dan peneliti perguruan tinggi yang memiliki studi terkait Giant Sea Wall. Tujuannya agar proyek lebih berbasis riset, ramah lingkungan, dan sesuai kebutuhan teknis serta ekologis nasional.

Proyek Giant Sea Wall dirancang membentang sepanjang 500–535 kilometer, mulai dari Banten hingga Jawa Timur. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dengan Pantura sebagai prioritas utama.

Baca juga: Bertemu Macron, Prabowo Bahas Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

Manfaat utama proyek ini adalah melindungi sekitar 30–50 juta penduduk serta 60 persen kawasan industri nasional dari berbagai ancaman. Antara lain banjir rob, abrasi pantai, penurunan muka tanah, dan kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim yang mencapai sekitar 5 sentimeter per tahun.

Saat ini proyek masih berada dalam tahap pematangan perencanaan, belum memasuki tahap konstruksi fisik. Belum ada jadwal pasti groundbreaking nasional. Segmen Jakarta yang sebelumnya direncanakan groundbreaking September 2026 kini terintegrasi dalam skema pembangunan nasional yang lebih besar.

Kepala Badan Otorita Pantura sekaligus Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menegaskan, aspek lingkungan akan menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pengembangan.

Proyek Giant Sea Wall merupakan kelanjutan rencana lama yang kini dihidupkan kembali dan mendapat dorongan kuat dari pemerintahan Presiden Prabowo untuk segera terealisasi. (hsn)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Hadir di IPA Convex ke-50, BPMA perkuat kolaborasi pengembangan industri migas di Aceh
Insfrastruktur

Hadir di IPA Convex ke-50, BPMA perkuat kolaborasi pengembangan industri migas di Aceh

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), kembali berpartisipasi pada even bergengsi,...

Prabowo Bangun 1 Juta Rumah Buruh 2026
EkonomiInsfrastrukturNews

Prabowo Janji Bangun 1 Juta Rumah untuk Buruh di May Day 2026

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan komitmen membangun minimal 1 juta rumah buruh...

Edi Saputra ditunjuk jadi Plt Kadis PUPR Pidie Jaya
Insfrastruktur

Edi Saputra ditunjuk jadi Plt Kadis PUPR Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie Jaya tunjuk pelaksana tugas (Plt) pada sejumlan instansi...

Jepang dan Malaysia minat investasi migas di Aceh
Insfrastruktur

Jepang dan Malaysia minat investasi migas di Aceh

POPULARITAS.COM – Dua perusahaan asing, yakni dari Jepang dan Malaysia, telah nyatakan...