Home News Pribumi Ekuador Sandera Polisi, Tuntut Jenazah Pemimpin Dikembalikan
News

Pribumi Ekuador Sandera Polisi, Tuntut Jenazah Pemimpin Dikembalikan

Share
Pribumi Ekuador Sandera Polisi, Tuntut Jenazah Pemimpin Dikembalikan
Sejumlah warga berjalan di jalanan setelah pemerintah mengizinkan sejumlah usaha dibuka kembali pada Rabu, setelah menurunnya jumlah kematian setiap hari akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Guayaquil, Ekuador, Rabu (20/5/2020). REUTERS/Vicente Gaibor del Pino/nz/djo
Share

QUITO (popularitas.com) – Kelompok masyarakat pribumi Shuar Kumay di kawasan Amazon, Ekuador, menyandera dua orang polisi serta seorang pejabat Provinsi Pastaza untuk menuntut otoritas mengembalikan jenazah pemimpin mereka, yang meninggal dunia diduga karena COVID-19.

Menteri Dalam Negeri Maria Paulo Romo menyatakan pemimpin tersebut, yang bernama Alberto Mashutak, meninggal akibat infeksi virus corona sehingga dimakamkan sesuai dengan protokol penguburan jenazah berstandar internasional di tengah pandemi.

“Petugas kepolisian tidak dapat menjadi suatu alat tawar-menawar dalam kondisi apa pun,” kata Romo dalam cuitan di Twitter pada Jumat (3/7/2020) malam. Ia menyertakan foto para petugas tengah duduk di bangunan kayu dan dikelilingi anggota kelompok pribumi, yang beberapa di antaranya memegang tombak.

Anggota kelompok Shuar Kumay bersikukuh bahwa Mashutak meninggal dunia bukan karena COVID-19, sehingga mereka mestinya diizinkan untuk melakukan pemakaman secara tradisional, menurut pengacara mereka, Marcos Espinoza.

Perselisihan itu mulai meningkat pada Kamis (2/7/2020) siang ketika anggota kelompok menahan polisi dan pejabat tersebut, kata Espinoza melalui sambungan telepon.

“Ini soal pelanggaran terhadap hak-hak kolektif dan kultural, dan kami mengajukan tuntutan agar hakim memerintahkan penggalian kembali makam serta penyerahan jenazah,” ujar dia.

Menurut data Konfederasi Kebangsaan Pribumi Amazon Ekuador pada Rabu (1/7/2020), terdapat 1.215 kasus COVID-19 dengan 37 kematian pada kelompok-kelompok pribumi di kawasan Amazon negara itu.

Ekuador sendiri mengalami wabah virus corona yang parah pada Maret dan April, dengan jenazah-jenazah dibiarkan tergeletak di jalanan kota terbesar, Guayaquil. Namun setelah itu, angka infeksi dan kematian menurun berkat aturan pembatasan sosial.[acl]

Sumber: Reuters/Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan
News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...