POPULARITAS.COM – Prof Mirza Tabrani resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK Safrizal ZA di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin (9/2/2026).
Dalam sambutannya, Safrizal ZA mengucapkan selamat kepada Prof. Mirza Tabrani atas jabatan barunya ini. Dia juga mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Rektor sebelumnya yaitu Prof Marwan yang dinilainya berhasil meletakan fondasi yang kuat di masa transisi USK menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).
Safrizal mengatakan, dirinya sangat bersyukur karena proses pemilihan Rektor USK ini berjalan dengan lancar, damai dan sejuk.
“Capaian ini adalah sejarah yang patut dibanggakan oleh sivitas akademika USK,” kata Safrizal ZA.
Pada kesempatan ini, Safrizal menceritakan kilas balik perjuangan para tokoh pendiri USK di masa lalu. Dirinya mengatakan, nama Universitas Syiah Kuala dipilih karena para pendiri kampus ini ingin menegaskan bahwa USK adalah keberlanjutan dari tradisi ilmu yang telah berabad-abad hidup di Bumi Aceh.
Sebuah tradisi yang mengintegrasikan iman dan ilmu, agama dan sains, serta akar lokal dan semangat universal. Dari sinilah lahirnya predikat yang melekat bahwa USK adalah Jantung Hatinya Rakyat Aceh.
“Bahwa denyut USK adalah denyut kehidupan rakyat Aceh. Kemajuan kampus ini harus dirasakan oleh setiap pelosok di Bumi Serambi Mekkah,” ucapnya.
Untuk itulah, Safrizal mengingatkan kepemimpinan USK sekarang tantangannya sangat kompleks. Kampus ini harus mampu memberi dampak yang nyata bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga marwahnya sebagai perguruan tinggi.
“Rektor harus mampu menyeimbangkan kebebasan akademik yang sakral dengan efisiensi administrasi yang ketat, serta mengnavigasi lingkungan yang kompleks untuk perubahan yang cepat,” ucapnya.
Selanjutnya, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Dr. Ir. Khairul Munadi, S.T turut hadir dan membacakan sambutan dari Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Dirinya mengatakan, USK bukan hanya perguruan tinggi terbesar di Aceh, tetapi juga harapan besar lahirnya kemajuan sains dan teknologi di ujung barat Indonesia.
Menurutnya, kemajuan Aceh, bahkan kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh sebaik apa proses pendidikan yang berlangsung di Universitas-Universitas.
“Jika Universitas mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan inovatif maka daerah akan maju. Namun, jika pendidikan tinggi stagnan, maka pembangunan juga akan berjalan lambat,” ucapnya.
Oleh sebab itu, dirinya menilai USK memiliki posisi yang sangat penting. Universitas ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Aceh dan Indonesia. Mulai dari pembangunan ekonomi daerah, penguatan sektor kelautan, pengembangan industri kreatif, hingga mitigasi bencana.
“ Karena itu, kami berharap USK dapat terus mengambil peran penting dalam mengawal proses pemulihan pasca bencana secara berkelanjutan melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi,” ucapnya.











Leave a comment