POPULARITAS.COM – Pada musim liburan isra mi’raj dan imlek, ramai wisatawan dari Banda Aceh yang hendak rekreasi ke Sabang, tak bisa berangkat meski telah memiliki tiket.
Bahkan, sejumlah penumpang kepada popularitas.com melaporkan, meski telah memesan tiket secara online dan membeli langsung di loket penyebrangan di Ulee Lheue Banda Aceh, juga tak bisa diangkut oleh kapal.
Salah seorang penumpang menyesalkan ambaradul dan semrawutnya pelayanan tiketing di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh. “Manajemen kacau, kita sudah beli tiket tapi gak bisa nyebrang ke Sabang,” kata salah seorang penumpang yang ditemui, Kamis 30 Januari 2025 pagi.
Dia juga menyebutkan bahwa, semestinya, di puncak-puncak liburan seperti ini, pihak pelayanan penyebrangan telah jauh-jauh hari menyiapkan berbagai aspek dan sarana dukungan untuk ke Sabang. Namun, faktanya, kejadian ini justru membuat citra Aceh buruh dan memalukan bagi wisatawan luar daerah yang ingin berlibur ke Sabang. “Memalukan sekali pelayanan kapal penyebrangan. Citra Aceh jadi jelek gara-gara kejadian seperti ini,” sesalnya.
Mendapati persoalan tersebut, popularitas.com mencoba melakukan klarifikasi kepada pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Banda Aceh. Menurut Rudi, manager perusahaan plat merah itu, salah satu kendala ramai wisatawan yang tak bisa berangkat ke Sabang, sebab KMP Aceh Hebat yang dikelola pihaknya, baru bisa beroperasi, Kamis 30 Januari 2025.
“KMP Aceh Hebat yang layani rute Banda Aceh-Sabang sebelumnya docking di Sumut. Nah, hari ini baru bisa kembali beroperasi,” jelasnya.
Dengan telah beroperasinya KMP Aceh Hebat terhitung Kamis 30 Januari 2025, maka layanan penyebrangan dari Banda Aceh ke Sabang dan sebaliknya telah kembali normal. “Dengan dukungan semua stakeholder hari ini sudah bisa beroperasi dan dapat memenuhi kebutuhan penyeberangan setelah ini,” ungkap Rudy.
Selain itu, tambah Rudi, tidak dapat berangkatnya penumpang sore kemarin lantaran cuaca buruk, yang tidak memungkinkan KMP Papuyu mengangkut pengguna jasa (penumpang) yang tertinggal oleh KMP BRR.
“Ada juga permasalahan lainnya yang tidak biasa saya sampaikan di sini, tetapi pada intinya kami mengelola banyak kepentingan yang masih banyak yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Rudy pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut yang membuat para pengguna jasa menjadi tidak nyaman. “Saya menyampaikan permohonan maaf saya atas ketidaknyamanan pengguna jasa. Terima kasih untuk informasi dan masukannya, kami akan tindaklanjuti dan ambil langkah-langkah agar tidak terjadi lagi setelah ini,” pungkasnya.










Leave a comment