POPULARITAS.COM – Anggota DPRK Pidie Jaya Irsalil Siddiq, soroti persoalan lahan pertanian sawah yang belum direhabilitas pascabencana. Menurutnya, masalah itu harus dituntaskan dan dinas teknis terkait untuk tidak abai demi kemasalahan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Irsalil Siddiq dalam keterangannya kepada popularitas.com, Kamis (1/10/2026) di Meureudu.
Menurutnya, jika persoalan tersebut tidak tertangani dengan baik, maka dapat timbulkan dampak sistemik, yakni hilangnya mata pencaharian masyarakat dan dampak lebih besarnya lahirkan persoalan kemiskinan.
popularitas.com sendiri telah mendatangi sejumlah areal lahan pertanian di sejumlah lokasi yang dulunya jadi mata pencaharian masyarakat. Kini, kawasan yang semula hijau pepadian itu, telah berubah jadi semak belukar dan ditumbuhi pepohonan perdu.
Hal itu seperti yang terlihat di wilayah Meurah Dua atau sisi jalan lintas Trienggadeng-Samalangan tepatnya di seputaran Gampong Beuringen setempat.
Sebagaimana diketahui, bencana alam banjir bandang yang menerjang Pidie Jaya pada 26 November 2025 lalu tidak hanya memporak-porandakan pemukiman penduduk. Namun juga mengakibatkan lahan pertanian produktif alami kerusakan, baik rusak berat, ringan maupun sedang.
Kendati musibah tersebut sudah berlalu sekira 10 bulan lalu, ironisnya kerusakan area persawahan katagori rusak berat yang selama ini menjadi salah satu sumber pangan dan pendapatan masyarakat itu justru belum tertangani.
Untuk itu, Irsalin bahkan mendesak Dinas Pertanian untuk memprioritaskan dan mempercepat rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat bencana itu. “Terutama lahan pertanian dengan tingkat kerusakan berat yang belum tertangani,” desak Irsalin.
Anggota DPRK itu juga mengingatkan agar dinas Pertanian menyusun peta tingkat kerusakan maupun luas serta lokasi lahan pertanian yang rusak akibat bencana itu.









Leave a comment