POPULARITAS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, hingga kini dilaporkan belum kunjung memberikan kejelasan terkait tuntutan Gerakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pidie (GAMMP) yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa pada Rabu 10 September 2025 lalu.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator GAMPP Mohd Agil Gunawan dalam keterangannya kepada popularitas.com, Jumat (19/9/2025).
Padahal enam tuntutan aliansi mahasiswa saat demo itu sudah ditandatangi langsung oleh Ketua DPRK Anwar Sastra Putra dan Bupati Pidie Sarjani Abdullah.
Beberapa poin-poin tuntutan GAMMP saat aksi itu masing-masing, “mendesak DPRK Pidie mengusut dan menindak tegas praktik tambang ilegal”. “Mendesak DPRK menerbitkan tambang rakyat serta memperjelas regulasi tambang legal”.
Kemudian “menuntut DPRK Pidie agar bersedia membuka draf Pokir”, dan “memperjelas terkait izin IUP PT Serambi Timur Resources”.
Akibat belum adanya kepastian tersebut, GAMMP pada Senin 15 September 2025, menyambangi kantor Sekretariat dewan (Sekwan) setempat dengan membawa surat permintaan audiensi untuk membahas terkait tuntutan aksi itu.
Kata Agil, saat itu beberapa kawan-kawan mahasiswa menjumpai Sekretaris dewan Sekwan Pidie, Miswar untuk menyerahkan surat permohonan audiensi dengan DPRK
Alih-alih mendapat jawaban pasti, Sekwan Pidie Miswar dikabar memperlihatkan sikap acuh tak acuh terhadap para aktifis mahasiswa itu dengan sibuk memainkan telepon selulernya.
“Kami kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dengan menyerahkan surat resmi permohonan audiensi kepada DPRK Pidie. Namun upaya tersebut justru diwarnai sikap acuh tak acuh dari Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRK Pidie, Miswar,” kata Mohd Agil Gunawan yang juga Presma Unigha itu.
Mendapati sikat tak elok tersebut tidak membuat para mahasiswa itu goyang. Mereka tetap pada rencana awal meminta kesediaan waktu para dewan untuk beraudiensi terkait tuntan beberapa hari lalu.
Sambung Agil, saat itu Sekwan menyebutkan, jika anggota dewan Pidie sedang sangat sibuk dan baru ada waktu luang pada 2 Oktober 2025.
Sekretaris dewan (Sekwan) Pidie, Miswar saat dikonfirmasi popularitas.com, membantah jika dirinya bersikap acuh tak acuh terhadap para mahasiswa yang datang membawa surat permohonan audiensi tersebut.
Katanya, saat itu surat yang dibawa mahasiswa itu telah ia terima bahkan sudah disampaikan ke Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra.
“Tidak ada (sikap acuh tak acuh). Saat bertemu dengan saya yang sampaikan gini. Jadwal ditetapkan oleh mereka awalnya kan 18 (September), nah tanggal 18 itu pasti hari Maulid, jadi saya sampaikan orang DPR ada kegiatan,” ungkap Miswar.
Saat itu, kebetulan Ketua dewam Anwar Sastra Putra juga ada di kantor DPRK Pidie.
“Disampaikan oleh ketua (Anwar Sastra Putra) ini sedang padat sekali kegiatan. Nanti kita agendakan kembali, sudah saya sampaikan sama si dia,” ucap Miswar menirukan ucapan Ketua DPRK Pidie kepada para mahasiswa pada Senin 15 September 2025 beberapa hari lalu.
“Makanya saya sampaikan saat ini sedang padat, nanti kita agendakan kembali,” jelasnya.









Leave a comment