POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah kejadian gempa bumi di Aceh sepanjang 2025 mencapai 1.556 kali atau meningkat sekitar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menyebutkan meningkatnya aktivitas seismik ini tidak terlepas dari kondisi geografis Aceh yang berada di kawasan seismik aktif.
“Wilayah Aceh dipengaruhi oleh dua sumber gempa utama, yaitu zona tumbukan lempeng Eurasia dan Indo-Australia di laut barat Aceh, serta sejumlah patahan aktif di laut dan daratan,” kata Andi Azhar, Kamis (1/1/2026).
Dari total 1.556 gempa yang tercatat, Andi mengatakan sebanyak 75 kejadian dirasakan masyarakat. Sebagian besar gempa berkekuatan kecil, namun beberapa di antaranya tergolong signifikan dan sempat menimbulkan kepanikan warga.
Selain itu, Andi mengatakan BMKG mencatat 1.086 gempa bermagnitudo di bawah 3, sebanyak 451 gempa bermagnitudo 3 hingga kurang dari 5, serta 19 gempa bermagnitudo di atas 5.
“Lima gempa signifikan terjadi sepanjang tahun, dua di antaranya berkekuatan M6,3 yang mengguncang wilayah laut sekitar Sinabang dan Sabang,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan kedalaman gempa, mayoritas kejadian tergolong gempa dangkal. Tercatat 1.466 gempa dangkal dan 90 gempa berkedalaman menengah, dengan kedalaman terdalam mencapai 222 kilometer. Aktivitas gempa tertinggi terjadi pada September dan Oktober 2025.
Andi menegaskan, meski frekuensi gempa meningkat, hal tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan potensi bencana besar. Namun demikian, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko.
“Gempa bumi tidak dapat diprediksi, tetapi dampaknya bisa dikurangi dengan kesiapan masyarakat dan pemahaman terhadap risiko,” ujarnya.









Leave a comment