POPULARITAS.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau akrab disapa Ayah Wa, secara resmi menyerahkan kunci hunian sementara (huntara) kepada korban banjir besar di Gampong Tanjong Dalam Selatan dan Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Rabu, 28 Januari 2026.
Pembangunan 216 unit huntara di dua desa tersebut dilaksanakan Danantara Indonesia melalui PT Pembangunan Perumahan (PP) dan Waskita 6-15 Januari 2026.
“Jadi hari ini setelah penyerahan kunci, masyarakat bisa langsung masuk ke huntara. Namun tenda-tenda pengungsian sebelumnya kami harapkan untuk dipindahkan atau dicabut,” kata Ayah Wa, yang turut disaksikan langsung oleh Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arh Jamal Hadi Arifin, Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon Hilman Azazi serta Camat Langkahan, T. Reza Ichwan.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil merincikan 216 unit rumah hunian sementara tersebut berada di Gampong Tanjong Dalam Selatan sebanyak 180 unit dan Desa Simpang Tiga sebanyak 36 unit.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengusulkan pembangunan 4.000 huntara bagi korban banjir besar di daerah itu. Namun dalam proses pembangunan, pemerintah pusat hanya mengakomodir sebanyak 2.000 unit.
“Kita usahakan sebelum puasa seluruh masyarakat bisa masuk ke huntara. Bagi yang belum dapat harap bersabar, ini sifatnya gotong-royong mari sama-sama berupaya agar hunian ini cepat tuntas,” ujar Ayah Wa.
Sementara itu Manager Lapangan PT Pembangunan Perumahan, Indrawan Sati Hutagalung, menyebutkan huntara yang baru saja diserahterimakan tersebut dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, kasur, bantal, lemari, kipas angin, toilet, musala, listrik, WiFi, dapur umum dan tempat bermain anak.
“Semoga masyarakat tinggal di sini bisa nyaman, sehat dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Mudah-mudahan bisa dirawat, dijaga dengan baik serta memberikan manfaat untuk para korban banjir ini,” kata Indrawan.
Untuk listrik dan WiFi, kata Indrawan, beban biaya ditanggung sepenuhnya oleh Danantara Indonesia alias gratis selama pemakaian enam bulan.
“Setelah itu akan ada program warga pindah ke hunian tetap,” imbuhnya









Leave a comment