Home News Telur Puyuh, Sikecil yang Kaya Nutrisi
News

Telur Puyuh, Sikecil yang Kaya Nutrisi

Share
Telur Puyuh. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Telur puyuh memiliki ukuran sekitar sepertiga telur ayam, tetapi menyimpan beragam zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Dalam jumlah wajar, telur puyuh dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein, vitamin, dan mineral dalam pola makan sehari-hari.

Satu butir telur puyuh dengan berat sekitar 9 gram mengandung sekitar 14 kalori, 1 gram protein, dan 1 gram lemak. Karena ukurannya lebih kecil, dibutuhkan sekitar tiga hingga empat butir telur puyuh untuk mendapatkan jumlah yang kurang lebih setara dengan satu telur ayam.

Telur puyuh mengandung sejumlah vitamin dan mineral penting. Dalam satu butirnya, terdapat kolin sekitar 4% dari nilai harian, riboflavin 6%, folat 2%, asam pantotenat 3%, vitamin A 2%, vitamin B12 6%, zat besi 2%, fosfor 2%, dan selenium 5%.

Selenium dan riboflavin membantu tubuh mengolah makanan menjadi energi. Selenium juga berperan dalam mendukung fungsi kelenjar tiroid.

Sementara itu, vitamin B12 dan zat besi berperan dalam fungsi sistem saraf serta pembentukan sel darah merah. Kolin juga memiliki fungsi penting, salah satunya membantu pembentukan asetilkolin, neurotransmiter yang berperan dalam penghantaran sinyal dari sistem saraf ke otot.

Kandungan protein, vitamin, dan mineral membuat telur puyuh dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi. Dilansir dari Healthline, Selasa (15/9/2026), berikut sejumlah manfaat yang berkaitan dengan kandungan nutrisi telur puyuh.

1.Membantu penuhi kebutuhan protein

Satu butir telur puyuh mengandung sekitar 1 gram protein. Zat gizi ini dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk otot dan tulang.

Protein juga berperan dalam pembentukan hormon dan enzim. Namun, karena ukurannya kecil, seseorang perlu mengonsumsi beberapa butir telur puyuh untuk mendapatkan protein dalam jumlah yang setara dengan satu telur ayam.

2.Mendukung metabolisme energi

Riboflavin dan selenium yang terdapat dalam telur puyuh berperan dalam proses metabolisme tubuh. Kedua zat gizi tersebut membantu tubuh mengolah makanan menjadi energi.

Vitamin B12 dan zat besi juga diperlukan dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan kedua zat gizi tersebut dapat memengaruhi fungsi tubuh sehingga pemenuhannya melalui pola makan seimbang tetap penting.

3.Mendukung fungsi sistem saraf

Vitamin B12 dalam telur puyuh berperan dalam menjaga fungsi sistem saraf. Adapun kolin diperlukan tubuh untuk memproduksi asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang membantu mengirimkan sinyal antara sistem saraf dan otot.

4.Membantu memenuhi kebutuhan zat besi

Telur puyuh mengandung zat besi yang diperlukan tubuh, terutama dalam proses pembentukan sel darah merah.

Jika dibandingkan berdasarkan berat yang sama, kandungan zat besi telur puyuh lebih tinggi daripada telur ayam. Meski demikian, jumlah zat besi yang diperoleh tetap bergantung pada jumlah telur yang dikonsumsi dan keseluruhan pola makan.

5.Mendukung fungsi tiroid

Selenium merupakan salah satu mineral yang terdapat dalam telur puyuh, zat yang membantu mendukung fungsi tiroid sekaligus berperan dalam proses metabolisme tubuh.

6.Bantu Menjaga Rasa Kenyang

Kandungan protein dan lemak dalam telur puyuh dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan yang sebagian besar mengandung karbohidrat.

Mengganti sarapan tinggi gula, seperti sereal atau pastry, dengan telur puyuh dapat membantu menjaga kadar gula darah. Namun, efek tersebut tetap dipengaruhi oleh keseluruhan komposisi makanan dan pola makan seseorang.

Artinya, telur puyuh tidak dapat dianggap sebagai makanan yang secara khusus mengontrol gula darah. Manfaatnya perlu dilihat dalam konteks pola makan secara keseluruhan.

Olahan Telur Puyuh. Foto :HO | popularitas.com

Pengaruh Telur Puyuh terhadap Kolesterol

Telur puyuh mengandung kolesterol sehingga konsumsinya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Sumber tersebut menyebutkan telur puyuh dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik. Healthline juga menyebut konsumsi dalam jumlah sedang, sekitar enam hingga delapan butir per hari, tidak berdampak negatif terhadap kadar kolesterol.

Meski demikian, jumlah tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk semua orang. Respons tubuh terhadap asupan kolesterol dapat berbeda-beda.

Orang dengan kadar kolesterol tinggi atau kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan jumlah konsumsi yang sesuai.

Telur Puyuh Vs Telur Ayam

Jika dibandingkan berdasarkan berat yang sama, telur puyuh memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang lebih tinggi daripada telur ayam.

Dalam 100 gram telur puyuh terdapat sekitar 158 kalori, 11 gram lemak, dan 13 gram protein. Sementara itu, 100 gram telur ayam mengandung sekitar 148 kalori, 10 gram lemak, dan 12 gram protein.

Perbedaan juga terlihat pada beberapa mikronutrien. Kandungan riboflavin telur puyuh mencapai sekitar 61% nilai harian, sedangkan telur ayam 32%. Vitamin B12 pada telur puyuh mencapai 66%, sementara telur ayam 43%.

Kandungan zat besi telur puyuh juga lebih tinggi, yakni sekitar 20% nilai harian, dibandingkan telur ayam yang mencapai 9%. Sebaliknya, telur ayam memiliki kandungan kolin lebih tinggi, yaitu 61%, sedangkan telur puyuh sekitar 48%.

Dengan perbandingan berdasarkan berat, telur puyuh memiliki kandungan zat besi dan riboflavin sekitar dua kali lebih tinggi serta vitamin B12 hampir sepertiga lebih banyak dibandingkan telur ayam.

Meski memiliki sejumlah keunggulan nutrisi, telur puyuh tidak berarti secara keseluruhan jauh lebih unggul. Ukurannya yang lebih kecil juga membuat seseorang perlu mengonsumsi lebih banyak butir untuk mendapatkan protein dalam jumlah yang sama.

Waspada Reaksi Alergi Telur Puyuh

Telur puyuh juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Orang yang memiliki alergi terhadap telur ayam berpotensi mengalami reaksi serupa setelah mengonsumsi telur puyuh.

Sebaliknya, seseorang juga dapat mengalami alergi terhadap telur puyuh meski tidak memiliki alergi terhadap telur ayam. Karena itu, orang yang memiliki kekhawatiran mengenai alergi sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dalam penelitian yang menunjukkan potensi telur puyuh dalam membantu meredakan gejala rinitis alergi, penelitian selama 7 hari terhadap 77 orang menemukan gejala seperti bersin, hidung tersumbat, dan pilek membaik setelah peserta mengonsumsi suplemen antioksidan dan zink yang berasal dari telur puyuh.

Namun, belum dapat dipastikan apakah efek tersebut semata-mata disebabkan oleh senyawa dari telur puyuh. Penelitian pada hewan juga menemukan kuning telur puyuh berpotensi meredakan gejala esofagitis eosinofilik. Meski demikian, penelitian lebih lanjut pada manusia tetap masih diperlukan.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Saudi Kecam Drone Houthi yang Mengarah ke Makkah, Tegaskan Hak Lindungi Dua Masjid Suci

POPULARITAS.COM – Arab Saudi mengecam keras serangan drone yang menurut pemerintah Saudi...

EkonomiNews

Utamakan Privasi Nasabah, BSI Raih Sertifikasi ISO 27701:2025

POPULARITAS.COM – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) resmi menjadi bank...

InternasionalNews

Jepang Punya 107.677 Orang Berusia 100 Tahun, tapi Penduduknya Makin Sedikit

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan Jepang pada Selasa (15/9/2026) mencatat, jumlah orang berusia...

EkonomiNews

Sumut Ekspor Lidi Tembus Rp 197 Miliar, Peminat Utamanya Pakistan

POPULARITAS.COM – Ekspor lidi sawit asal Sumatera Utara diminati berbagai negara, nilai...