POPULARITAS.COM – Kebiasaan langsung tidur setelah sahur ternyata tidak disarankan dari sisi kesehatan. Selain mengganggu proses pencernaan, kebiasaan ini juga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari GERD hingga penyakit kardiovaskular.
Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Dede Nasrullah, menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mencerna makanan secara optimal. Jika seseorang langsung tidur setelah sahur, proses pencernaan bisa terganggu.
Menurut Dede, saat tidur hampir seluruh fungsi tubuh melambat, kecuali otak, jantung, dan paru-paru. Kondisi ini membuat makanan yang baru dikonsumsi tidak dapat dicerna dengan maksimal.
Akibatnya, seseorang berisiko mengalami refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini terjadi ketika cairan asam lambung mengalir kembali ke tenggorokan akibat pelonggaran klep lambung saat tidur.
Gejala yang sering muncul antara lain rasa panas di dada, tenggorokan terasa terbakar, mual, sering bersendawa, hingga mulut terasa pahit.
“Saran saya, agar umat muslim memberi jeda waktu sebelum kembali beristirahat setelah sahur, minimal selama tiga jam. Dengan demikian, makanan dapat diproses tubuh secara maksimal. Sehingga untuk mencegah hal tersebut kita bisa menunggu setidaknya 3 jam sehingga makanan tersebut dapat diolah secara sempurna,” ujar Dede Rabu (25/2/2026).
Selain GERD, posisi berbaring setelah makan juga dapat menghambat proses pengosongan lambung dan memicu konstipasi atau sembelit.
“Terakhir adalah konstipasi atau sembelit, proses pengosongan lambung terjadi kurang lebih membutuhkan waktu 2-3 jam setelah makan. Posisi tiduran atau berbaring akan menghambat proses pengosongan lambung, jika hal ini terjadi maka akan memicu terjadinya penyakit konstipasi atau sembelit kesulitan buang air besar,” ucapnya.
Dede menambahkan, tidur setelah sahur juga dapat menyebabkan penumpukan lemak. Kalori yang masuk ke tubuh tidak terpakai sebagai energi dan akhirnya tersimpan, terutama jika menu sahur tinggi karbohidrat dan lemak.
Lebih jauh, kebiasaan ini juga berpotensi meningkatkan tekanan darah. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memicu penyakit kardiovaskular.
“Bahaya lain adalah serangan jantung, orang yang mengonsumsi makanan berat dan langsung tidur maka akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Jika tekanan darah tidak kunjung menurun dan berlangsung dalam waktu yang lama, akan meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan strok,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko strok karena suplai darah lebih banyak terfokus pada sistem pencernaan, sehingga otak berpotensi kekurangan oksigen.









Leave a comment