Home Internasional Trump PHK 4.000 PNS di Tengah Shutdown Pemerintah AS
InternasionalNews

Trump PHK 4.000 PNS di Tengah Shutdown Pemerintah AS

Share
Federal Building
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintahan Donald Trump mulai memberhentikan lebih dari 4.000 pegawai negeri sipil (PNS) pada tujuh departemen setelah kebuntuan politik di Kongres AS menyebabkan penutupan pemerintahan federal.

Menurut dokumen pengadilan yang diajukan Departemen Kehakiman AS pada Jumat (10/10/2025), pemberitahuan pemutusan hubungan kerja (PHK) telah dikirimkan kepada pegawai di sejumlah lembaga pemerintah. Departemen Keuangan serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) menjadi dua instansi yang paling terdampak, dengan lebih dari setengah total pegawai yang diberhentikan berasal dari kedua departemen tersebut.

Langkah ini diungkap dalam gugatan yang diajukan oleh Federasi Pegawai Pemerintah Amerika dan AFL-CIO, yang menentang kebijakan PHK selama masa shutdown. Departemen lain yang terdampak termasuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Departemen Pendidikan, Departemen Energi, Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan (HUD), serta Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).

“PHK telah dimulai,” tulis Russ Vought, Direktur Anggaran Gedung Putih, melalui platform X.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun juru bicara Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) mengonfirmasi bahwa PHK berskala signifikan sudah berlangsung.

Penasihat senior OMB, Stephen Billy, menambahkan bahwa beberapa lembaga masih mempertimbangkan kemungkinan PHK tambahan, tetapi belum ada keputusan final. Sekitar 4.000 pegawai negeri sipil di berbagai departemen telah menerima surat pemberhentian.

Langkah ini langsung menuai kritik keras dari Partai Demokrat, yang menilai tindakan tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan di tengah penutupan pemerintahan. Mereka menuduh Gedung Putih melakukan pembalasan politik karena Demokrat menolak kompromi anggaran untuk membuka kembali pemerintahan.

Seorang juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan sebagian besar PHK berasal dari Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), lembaga yang kerap menjadi sasaran serangan verbal Trump sejak 2020, setelah badan itu menyatakan tidak ada kecurangan signifikan dalam pemilihan presiden yang dimenangkannya Joe Biden.

Sementara itu, juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Andrew Nixon, mengatakan bahwa pemangkasan staf difokuskan pada “birokrasi yang membengkak” yang terbentuk selama pemerintahan Biden.

Penutupan pemerintahan AS telah berlangsung sejak 1 Oktober 2025, setelah Partai Republik dan Demokrat gagal mencapai kesepakatan mengenai anggaran tahun fiskal 2026. PHK besar-besaran di tingkat federal sendiri merupakan agenda lama Gedung Putih di bawah kepemimpinan Trump dan Vought, yang sebelumnya telah berjanji untuk merombak birokrasi pemerintah dan memangkas pegawai negeri sipil.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Pidie Jaya Mulai Prioritaskan Pemulihan Tambak Masyarakat Terdampak  Bencana

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memprioritaskan pemulihan tambak...

InternasionalNews

Prabowo Ungkap Kunci Perdamaian ASEAN Di Forum Ekonomi Rusia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dialog dan musyawarah menjadi kunci dalam...

News

Basarnas Banda Aceh Dorong Sekolah Bangun Sistem Keselamatan Mandiri Hadapi Bencana

POPULARITAS.COM  — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh mendorong penguatan kesiapsiagaan...

NewsTransportasi dan Logistik

Susun Rancangan Pergub, Mualem Dorong Percepatan Palayaran Krueng Geukuh-Penang

POPULARITAS.COM  – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), terus melakukan percepatan terwujudnya rute...