POPULARITAS.COM – Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyebutkan, hingga Selasa 2 Desember 2025, masih ada enam desa di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua masih terisolir pascabencana banjir bandang yang menerjang wilayah setempat.
“Ada beberapa desa yang masih terisolir, ada empat atau enam desa,” kata Wabup Pidie Jaya, Hasan Basri dalam keterangannya kepada popularitas.com, Selasa (2/12/2025).
Gampong-gampong di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua yang masih terisolasi pasca banjir itu masing-masing Gampong Dayah Kruet, Dayah Usen, Meunasah Cut, Meunasah Mancang, Blang Cut dan Gampong Blang.
Kemudian Gampong Lueng Bimba, Buangan hingga menuju ke Kecamatan Ulim.
Hal itu disebabkan air dan lumpur maupun material banjir bandang masih menggenangi permukiman penduduk di wilayah tersebut. Sehingga, akses transportasi ke wilayah tersebut belum bisa dilalui menggunakan kendaraan baik roda dua mapun empat.
“Tapi kalau jalan kaki bisa,” ungkapnya.
Kata Hasan, Pemerintah Pidie Jaya sendiri telah mengerahkan alat berat untuk melakukan pembersihan lumpur-lumpur dan material bandang lainnya yang masih menutup badan jalan.
Diperkirakan dalam dua-tiga hari ke depan keterisolasian desa-desa tersebut akan terbuka. Sehingga akan memudahkan proses mobilisasi bantuan dan penangan pascabencana.
Hasan Basri mengklaim, pihaknya telah menyalurkan bantuan-bantuan pangan dan lainnya untuk masyarakat korban banjir di Pidie Jaya.
“Semua desa sudah kita suplay logistik,” ujarnya.
Bahkan berbagai jenis bantuan pasca bencana yang saat ini berada di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya semuanya akan disuplay untuk korban banjir.
“Titik fokus kita ke desa-desa terisolasi dan terdampak banjir yang belum tembus menggunakan kendaraan,” jelasnya.











Leave a comment