Home News Woet Dodoi, Tradisi Lebaran Aceh Tamiang yang Bangkit Pascabanjir
NewsSosial dan Budaya

Woet Dodoi, Tradisi Lebaran Aceh Tamiang yang Bangkit Pascabanjir

Share
Proses memasak dodol (woetdodi) di Aceh Tamiang. Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Tradisi woet dodoi kembali dihidupkan warga Desa Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang, Aceh, di tengah kondisi pascabanjir, Senin (23/3/2026). Dari dapur darurat, warga bergotong royong memasak penganan sejenis dodol itu sebagai bagian dari persiapan Lebaran sekaligus menjaga kebersamaan.

Di tengah suasana yang masih menyisakan dampak banjir, warga berkumpul mengelilingi tungku sederhana. Kuali besar berisi adonan dodol terus diaduk tanpa henti, menghasilkan aroma manis yang menguar di udara.

Tradisi woet dodoi bukan sekadar kegiatan memasak. Bagi masyarakat setempat, tradisi ini menjadi warisan turun-temurun yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.

Warga bergantian mengaduk adonan menggunakan kayu panjang. Gerakan dilakukan secara ritmis selama berjam-jam, memastikan adonan tidak gosong dan matang sempurna.

“Kalau tidak diaduk terus, bisa gosong. Jadi harus sabar, gantian,” ujar Rasyidin (56), Senin (23/3/2026).

Proses memasak dodol membutuhkan waktu hingga 7 jam. Panas tungku dan kelelahan fisik tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap menyelesaikan proses tersebut bersama-sama.

Setelah matang, dodol tidak hanya dikonsumsi bersama keluarga. Sebagian dibagikan kepada tamu yang datang bersilaturahmi saat Lebaran, sementara sisanya dikirim ke kerabat di perantauan.

Tahun ini, perayaan Lebaran di Aceh Tamiang berlangsung dalam situasi berbeda akibat banjir yang melanda. Banyak warga harus memulai kembali aktivitas dari kondisi terbatas.

Meski demikian, tradisi tetap dijaga. Woet dodoi menjadi simbol ketahanan sekaligus cara warga merawat harapan di tengah kondisi sulit.

Di balik proses memasak yang panjang, tersimpan makna tentang kebersamaan yang tidak luntur oleh keadaan. Tradisi ini terus hidup sebagai pengikat hubungan sosial dan identitas budaya masyarakat setempat.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...