Home News 125 Mantan Kombatan dan Korban Konflik Dibekali Keterampilan di Langsa
News

125 Mantan Kombatan dan Korban Konflik Dibekali Keterampilan di Langsa

Share
Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid (kanan) menyematkan tanda peserta pelatihan keterampilan di Langsa, Senin (25/11/2019). | Foto: ANTARA/HO
Share

 LANGSA (popularitas.com) – Sebanyak 125 orang mantan kombantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), eks tahanan politik/narapidana politik (tapol/napol), dan masyarakat imbas konflik dibekali keterampilan yang dilaksanakan oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kota Langsa, Aceh, Senin, 25 November 2019.

“Pelatihan ini, tentu lebih menekankan pada pembentukan keterampilan atau praktek yang kelak akan menjadi dasar saudara dalam berwirausaha,” ujar Ketua BRA Kota Langsa Nurdin Djuned dalam sambutan dihadiri Wakil Wali Kota Langsa Marzuki Hamid dan jajaran.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut merupakan program dari reintegrasi Aceh yang tertuang dalam bagian dari komitmen perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia dengan GAM melalui Memorandum Of Understanding (MOU) di Helsinki, Finlandia tahun 2005.

Program reintegrasi Aceh tersebut memang diarahkan guna melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap mantan kombantan GAM, eks tapol/napol, dan masyarakat korban konflik, sehingga dapat mendongkrak roda perekonomian di Aceh, kata Nurdin.

Wakil Wali Kota Marzuki Hamid mengatakan Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk, dewasa ini sedang mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama para pencari kerja sebagai upaya strategis untuk membekali mereka.

Ia mengaku berbagai pembekalan diberikan, khususnya kepada tenaga kerja lokal supaya mereka menguasai keterampilan yang diberikan dan dapat digunakan  mencari nafkah melalui pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah saat ini berupaya menggulirkan program-program ketenagakerjaan yang tentunya disesuaikan dengan kekuatan anggaran Pemerintah Kota Langsa.

“Salah satu upaya untuk mengatasai problematika adalah dengan memberikan pembekalan kepada pencari kerja, sehingga mereka lebih siap bersaing di pasar kerja,” katanya.

Ia mengatakan, peningkatan keterampilan bagi pencari kerja tersebut memiliki arti yang sangat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang maju, mandiri, profesional, dan kompetitif terhadap perkembangan zaman.

”Kepada peserta pendidikan dan pelatihan ketrampilan ini, saya berpesan belajarlah dengan sungguh-sungguh, seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber atau instruktur. Tingkatkan kualitas keterampilan yang saudara miliki agar nantinya dapat memperoleh pekerjaan atau bahkan dengan membuka usaha sendiri,” ungkap Marzuki.

Sumber: Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...