Home Ekonomi Anggaran Proyek Kampung Nelayan di Abdya Jauh dibawah Janji
EkonomiNews

Anggaran Proyek Kampung Nelayan di Abdya Jauh dibawah Janji

Share
Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Poto : Rahmat | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Pembangunan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai dikerjakan.

Namun, nilai proyek yang sebelumnya digadang-gadangkan mencapai Rp22 miliar, ternyata menyusut menjadi hanya Rp12,8 miliar.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 itu dikerjakan oleh PT Viola Cipta Mahakarya.

Penyusutan nilai proyek ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama karena sebelumnya Bupati Abdya, Safaruddin sempat menyebut proyek tersebut bernilai Rp22 miliar saat melakukan kunjungan ke lokasi.

Dalam kunjungan awal Juli lalu, Bupati Safaruddin menyatakan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih akan menjadi kawasan percontohan yang diharapkan mampu mendorong kesejahteraan nelayan dan memperkuat ekonomi pesisir.

“Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Lhok Pawoh ini dijanjikan senilai Rp22 miliar dari pemerintah pusat. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 22 miliar untuk satu titik. Ini bukan hanya untuk bangunan fisik, tapi juga pemberdayaan masyarakat nelayan secara komprehensif,” jelas Safaruddin, saat meninjau lokasi pembangunan kala itu.

Namun, data terbaru dari pelaksana proyek menunjukkan bahwa nilai kontrak hanya Rp12,8 miliar, jauh di bawah angka yang disampaikan bupati.

Pengawas proyek dari PT Viola Cipta Mahakarya, Rahmat, mengatakan pembangunan sudah berjalan sekitar satu bulan setengah dengan progres fisik mencapai sekitar 30 persen.

“Kita sudah melaksanakan proyek tersebut hampir satu bulan setengah, nilai kontrak Rp12,8 miliar,” kata Rahmat kepada Popularitas.com.

Menurutnya, dengan anggaran tersebut, pihaknya akan membangun sejumlah fasilitas seperti jembatan perahu, bangunan pos, gedung beku, cool box, pabrik es, docking kapal, shelter, tower air, WC umum, tong sampah, kantor SPBN, balai nelayan, kios nelayan, revetment, serta gapura utama.

“Progres terbesar ada di jembatan perahu dan revetment. Insya Allah pertengahan bulan ini sudah mulai pengecoran,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, kontrak kerja proyek berlangsung hingga Desember 2025, setelah resmi dimulai sejak 11 September 2025.

Tidak diketahui pasti, apakah memang anggaran hanya Rp 12,8 miliar atau memang Rp 22 Miliar seperti disampaikan oleh Bupati.

Namun, perbedaan angka yang cukup besar antara pernyataan bupati dan realisasi kontrak membuat sejumlah nelayan di Lhok Pawoh mempertanyakan transparansi dan kejelasan proyek tersebut.

“Kami dengar dulu pak bupati bilang nilainya Rp22 miliar. Tapi sekarang katanya cuma Rp12 miliar lebih. Kalau benar seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati anggarannya, kami khawatir, apakah bangunannya bisa selesai semua atau tidak,” ujar Herman, salah satu nelayan Lhok Pawoh, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, proyek itu diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan nelayan.

“Apalagi, ini program strategis Pak Prabowo, jangan sampai bangunannya asal jadi,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...

News

Pemkab Pidie Jaya Cairkan Gaji ASN ke-13

POPULARITAS.COM –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, mencairkan gaji ke-13 guna meringankan...

News

Prabowo Ungkap Alasan Beratnya Copot Dadan Hindayana

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengaku berat saat mengambil keputusan mencopot Dadan...