Home News Jelmaan Lucerne Swiss, Dalam Keheningan Danau Aneuk Laot
NewsWisata

Jelmaan Lucerne Swiss, Dalam Keheningan Danau Aneuk Laot

Share
Danau Aneuk Laot, Sabang, Aceh. Poto : DYZ | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Eksotisme danau dengan segala penampakan alam di sekitarnya tak pernah gagal membuat siapa saja merasa tenang dan gembira saat berada di sana.

Di Aceh, jumlah danau memang tak banyak, dan alasan inilah yang membuat para pelancong banyak memilih danau untuk lokasi pelesir dan mengumpulkan aura tenang serta semangat jiwa. Satu diantara danau yang kerap menjadi destinasi wisata bagi pengunjung baik warga Aceh ataupun pendatang adalah Danau Aneuk Laot yang berlokasi di pulau Weh, Sabang.

Suara kicauan burung pipit dan kutilang kerap terdengar bersahutan di sekitaran Danau Aneuk Laot, dengan air yang jernih dan udara yang sejuk membuat pengunjung nyaman dan tenang berlama-lama di lokasi tersebut.

Danau Aneuk Laot yang terletak di Desa Wisata, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Terletak di tengah Pulau Weh, danau yang memiliki air berwarna hijau ini menawarkan keindahan alam yang masih sangat asri, bak nirwana. Keindahan danau yang dikelilingi pepohonan hijau menyemburkan udara sejuk menjadikannya tempat yang ideal untuk berlibur jauh dari keramaian kota.

Pantaslah jika Danau Aneuk Laot ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik perhatian wisatawan saat mengunjungi Sabang. Bahkan di tahun 2023, Desa Wisata Aneuk Laot ini masuk dalam 75 nominasi terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Dengan kategori potensi wisata berbasis alam, budaya, dan kuliner.

Danau yang memiliki luas sekitar 38 hektar ini menjadi habitat ikan air tawar, seperti ikan mas, nila, hingga gurami dan lele yang kerap menjadi incaran pemancing. Tak hanya itu, Di lokasi ini, pengunjung dapat berenang, memancing, atau sekadar bersantai menikmati suasana piknik bersama keluarga.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Aneuk Laot adalah saat pagi dan sore hari, udara terasa sangat sejuk dan suara burung yang merdu akan menyambut pengunjung. Keindahan alam yang menenangkan jiwa dan pemandangan yang memukau membuat danau ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai dan beristirahat sejenak dari rutinitas yang padat.

Selain menjadi destinasi wisata yang populer, danau ini juga memiliki peran penting sebagai sumber air bersih bagi penduduk setempat. Masyarakat sekitar memanfaatkan danau ini sebagai tempat mencari ikan untuk konsumsi sehari-hari atau dijual ke pasar, yang turut mendukung perekonomian lokal.

Beberapa event besar pariwisata pemerintah Kota Sabang kerap diadakan di kawasan tersebut, bahkan sebagian masyarakat dan wisatawan menjadikan Danau ini sebagai spot memancing ikan air tawar.

Hal ini menunjukkan bahwa danau Aneuk Laot memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu ikon wisata di Sabang. Dengan akses yang mudah dijangkau dari Pelabuhan Balohan. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan, tempat ini juga sangat ramah kantong karena tidak dikenakan biaya masuk.

Yuni salah satu warga Sabang yang beberapa kali berkunjung ke kawasan danau Aneuk laot bersama teman-teman di sore hari sepulang kerja, hanya untuk sekedar melepas lelah dan menikmati kuliner air tawar yang ada di cafe kawasan danau. Bahkan di hari libur ia bersama keluarganya memanfaatkan waktu untuk bermain ke Danau Aneuk Laot.

“kadang-kadang pagi minggu atau sore kita ke danau Aneuk Laot hanya sekedar kulineran atau nemenin anak dan suami mancing di danau, karena rumah kita dekau laut ya sekali-kali main ke danau lah”cerita Yuni.

Nama Aneuk Laot, yang berasal dari bahasa Aceh dan berarti “Anak Laut”, mencerminkan bentuk danau yang menyerupai laut kecil yang terpisah dari lautan lepas. Hal ini menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Danau ini memang terletak di kawasan yang sangat alami, jauh dari kebisingan suara kendaraan.

Secara geologi, Aneuk Laot diyakini merupakan bekas kepundan gunung berapi mati yang terisi air hujan. Kini, air danau tetap mengalir melalui celah-celah batuan dasar tanpa memiliki sungai masuk, menjadikannya unik di Pulau Weh.

Potensi wisata berbasis alam, budaya, dan kuliner menjadikan Aneuk Laot semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di ujung barat Indonesia.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...