Home News BKSDA Aceh Lepas Liarkan Orang Utan yang Terisolir di Perkebunan Sawit
News

BKSDA Aceh Lepas Liarkan Orang Utan yang Terisolir di Perkebunan Sawit

Share
orangutan hope
Orang Utan. Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan satu individu orang utan sumatra (pongo abelii) yang sebelumnya terisolir di perkebunan sawit di Kabupaten Aceh Selatan.

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, mengatakan proses pelepasliaran orang utan kembali ke habitatnya tersebut berlangsung pada 12 April lalu. Orang utan tersebut dilepasliarkan kembali ke kawasan hutan di Kabupaten Aceh Selatan.

“Sebelumnya, BKSDA Aceh melalui Resor KSDA Wilayah Trumon menerima laporan ada satu individu orang utan masuk perkebunan sawit yang berada di wilayah penyangga sekitar kawasan hutan di Kabupaten Aceh Selatan, pada 8 April 2026,” ujar  Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).

 

Dari laporan tersebut, kata Ujang Wisnu, BKSDA menurunkan tim beserta tenaga kesehatan hewan ke lokasi. Tim berhasil mengevakuasi satwa liar dilindungi tersebut yang terisolasi di kawasan perkebunan sawit itu.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan hewan, orang utan itu dinyatakan sehat dan dapat dilepasliarkan. Tim akhir melepasliarkan satwa dilindungi itu ke habitatnya,” kata Ujang Wisnu Barata.

Kepala BKSDA Aceh itu menyebutkan orang utan tersebut dengan jenis kelamin jantan berusia antara delapan hingga sembilan tahun. Saat dievakuasi tidak ditemukan luka atau trauma pada bagian tubuh orang utan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan atau menjumpai orang utan berada di luar hutan seperti di perkebunan atau pemukiman agas segera melaporkan kepada petugas BKSDA terdekat untuk segera dilakukan penanganan yang tepat,” katanya.

Selain itu, BKSDA Aceh meminta masyarakat untuk turut menjaga hutan dan ekosistem di sekitarnya, tidak menebang atau membuka lahan di kawasan hutan yang menjadi habitat orang utan.

“Kurangnya dan terfragmentasinya habitat akibat alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor utama penurunan populasi orang utan sumatra,” kata Ujang Wisnu Barata.

BKSDA Aceh mengingatkan masyarakat tidak memelihara, memperniagakan, atau melakukan penangkapan terhadap orang utan sumatra karena satwa ini dilindungi undang-undang.

“Imbauan ini ditujukan untuk mencegah perburuan dan perdagangan ilegal yang menjadi ancaman utama terhadap populasi orang utan,” kata Ujang Wisnu Barata.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Tiba di India, Prabowo Siap Hadiri KTT Ke-18 BRICS

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Angkatan Udara India (AFS)...

News

Wagub Aceh Kembali Tegaskan Perpanjangan Dana Otsus di Forum DPD

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh mendorong agar dana...

NewsSosial dan Budaya

Buka Aceh Culinary Festival 2026, Plt. Sekda Sebut Kuliner Merupakan Bagian dari Identitas Aceh

POPULARITAS.COM – Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, menegaskan bahwa kuliner bukan...

KriminalitasNews

Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Sepeda Motor di Banda Aceh

POPULARITAS.COM – Tim Opsnal Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap tiga pria...