Home News BKSDA: Frekuensi Konflik Manusia dengan Gajah Terus Meningkat
News

BKSDA: Frekuensi Konflik Manusia dengan Gajah Terus Meningkat

Share
Kasus Gajah mati kepala dipenggal segera diadili di PN Aceh Timur
Ilustrasi. Petugas Forum Konservasi Leuser (FKL) mengabadikan bangkai gajah di lokasi tambat sekitar 500 meter dari Camp. CRU Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (9/6). (Foto Antara)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto mengatakan, konflik satwa gajah dengan manusia tidak terlepas habitatnya sudah terganggu.

Menurutnya, habitat gajah semakin berkurang karena telah terfragmentasi dan 85 persen populasinya berada di luar kawasan konservasi, bahkan sudah berada di luar kawasan hutan.

“Konflik satwa tidak terlepas habitat sudah terganggu,” kata Agus saat menjadi pemateri dalam sebuah diskusi yang digelar FJL di Banda Aceh, Kamis, 16 Januari 2020.

Berdasarkan data BKSDA Aceh, kata Agus, konflik gajah di Aceh lima tahun terakhir mengalami peningkatan. Pada 2015 lalu 39 kali konflik naik pada 2016 menjadi 44 kali. Terus terjadi peningkatan pada 2017 menjadi 103 kasus, meskipun terjadi penurunan pada 2018 hanya 73 kasus. Tetapi kembali meningkat pada 2017 sebanyak 107 kasus.

“Konflik satwa semakin meningkat selama 5 tahun terakhir. Meningkat ini juga ditambah tidak ada strategi khusus penanganan konflik,” ungkap Agus.

Sedangkan data kematian gajah dari 2016 hingga 2020 ada 38 gajah mati. Penyebab kematian gajah 74 persen karena konflik, 14 persen perburuan dan 12 persen mati alami.

“Harapan saya kedepan dapat kita sosialisasikan agar dapat meminimalisir konflik gajah,” jelasnya.

Selain Kepala BKSDA, Agus Arianto, diskusi tersebut juga dihadiri Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya, Iptu Bima Nugraha Putra, Asosiasi Keuchiek Teunom, Aceh Jaya, akademisi dan sejumlah elemen lainnya.

Diskusi ini digelar guna menyikapi ditemukan tulang-belulang lima ekor gajah di Gampong Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh 1 Januari 2020 lalu. Bangkai gajah itu ditemukan dalam kebun sawit milik warga. Satwa dilindungi itu diduga mati akibat tersengat arus listri, karena di lokasi ditemukan kabel listrik terpasang setinggi 1,5 meter.* (C-008)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

POPULARITAS.COM – Polemik pengelolaan gas di Wilayah Kerja South Andaman oleh Mubadala...

News

Terjebak di Area Bekas Karhutla, 2 Orang Utan di Sampit Dievakuasi

POPULARITAS.COM – Dua orang utan berhasil diselamatkan tim gabungan Balai Konservasi Sumber...

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi
News

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Aceh...

News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...