POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) telah menyelesaikan lebih dari 300 kontrak pengadaan barang dan jasa dengan total nilai melampaui Rp600 miliar sepanjang 2025. Capaian tersebut ditargetkan meningkat pada 2026 untuk mendorong produksi migas dan pertumbuhan ekonomi Aceh
“BPMA telah menyelesaikan lebih dari 300 kontrak pengadaan barang dan jasa dengan nilai total mencapai lebih dari 600 miliar rupiah,” kata Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan dalam kegiatan tahunan 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management (SCM) Summit 2026 di Banda Aceh, Senin, (2/2/2026).
Edy mengatakan, pada 2026 capaian tersebut ditargetkan terus meningkat seiring dengan dorongan terhadap aktivitas eksplorasi dan produksi migas di wilayah kerja Aceh.
Edy menekankan, pentingnya kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi migas Aceh demi mewujudkan kemandirian energi nasional.
“Seluruh pihak dalam rantai pasok (supply chain) diharapkan dapat saling berbagi informasi guna menumbuhkan ekosistem industri yang kondusif dan saling mendukung,” ujarnya.
Selain itu, Edy mengatakan pada tahun 2025 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dapat merealisasikan kontrak-kontrak strategis dan mampu memberikan efek langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh secara luas.
Edy juga berharap keberadaan K3S mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah Aceh.
Edy mengingatkan kondisi Aceh yang masih dalam masa pemulihan pascabencana. Untuk itu, dia meminta pemangku kepentingan industri migas berkontribusi aktif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah sekitar operasi.










Leave a comment