News

Cek Midi: Cagar budaya Banda Aceh terbengkalai

Pemerhati sejarah dan budaya Aceh Tarmizi A Hamid menilai sejumlah aset wisata sejarah dan budaya di kawasan Ulee Lheue Banda Aceh terbengkalai, bahkan foto kenangan tsunami di sana juga banyak yang sudah rusak.
Pemerhati sejarah dan budaya Aceh, Tarmizi A Hamid atau Cek Midi (kanan) saat menata kembali nisan-nisan pada situs makam peninggalan abad ke-17 dan 18 di kawasan Pango Raya, Kota Banda Aceh, Minggu (30/8/2020). FOTO: Muhammad Fadhil/popularitas.com

POPULARITAS.COM – Pemerhati sejarah dan budaya Aceh Tarmizi A Hamid menilai sejumlah aset wisata sejarah dan budaya di kawasan Ulee Lheue Banda Aceh terbengkalai, bahkan foto kenangan tsunami di sana juga banyak yang sudah rusak.

“Pertanyaannya bagaimana tanggung jawab Pemko Banda Aceh dalam hal pemeliharaan terhadap objek wisata itu. Kita melihat aset wisata sejarah dan budaya di masjid cagar budaya Baiturrahim Ulee Lheue Banda Aceh terbengkalai,” kata Tarmizi A Hamid yang akrab disapa Cek Midi itu di Banda Aceh, Senin (13/6/2022).

Terbengkalainya cagar budaya ini diketahui Cek Midi saat dirinya mendampingi serta memandu ilmu budaya dan ekologi sejarah kepada para pemandu wisata Banda Aceh.

Cek Midi menyampaikan, dirinya bersama pegiat wisata lainnya sangat menyesalkan kondisi ini mengingat lokasi tersebut menjadi sentral kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

“Terutama, mereka yang mengunjungi kawasan wisata di Ulee Lheue. Selain itu, lokasinya juga berada dekat pintu keluar masuk wisatawan ke Sabang sebagai tempat wisata alam laut yang populer di Aceh saat ini,” ujar Kolektor Manuskrip Aceh itu.

Kata Cek Midi, tempat tersebut juga menjadi salah satu ikon tsunami di Banda Aceh terutama Masjid Baiturrahim dan lingkungannya. Apalagi, kawasan masjid ini sebagai cagar budaya yang harus dilindungi pemerintah serta warga setempat.

Kemudian, lanjut Cek Midi, sebuah gedung mini bersebelahan dengan Masjid Baiturrahim yang memamerkan foto peristiwa tsunami juga sudah hancur atau rusak karena tidak terawat.

“Kondisi ini menjadi beban moral untuk dijelaskan kepada para tamu wisata yang berkunjung ke Banda Aceh,” kata Cek Midi.

Karena itu, Cek Midi berharap pemerintah setempat dapat memberikan perhatian lebih terhadap situs cagar budaya ini, merawatnya dengan baik sehingga kembali menarik minat wisatawan berkunjung ke sana. (ANT)

Shares: