Home News China diperkirakan buka akses asing pertengahan tahun depan
News

China diperkirakan buka akses asing pertengahan tahun depan

Share
Para penumpang pesawat Xiamen Airlines dari Jakarta menuju Fuzhou, China, memakai alat pelindung diri dalam penerbangan selama 5 jam 10 menit pada Kamis (22/10/2020). (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Share

POPULARITAS.COM – China diperkirakan baru akan membuka akses bagi orang asing pada pertengahan tahun depan setelah mempelajari kebijakan yang diambil oleh beberapa negara lainnya di Asia.

Negara-negara Asia kemungkinan membuka kembali perjalanan internasional tiga bulan ke depan, sedangkan China yang lebih berhati-hati diperkirakan baru buka pada pertengahan tahun depan setelah mempelajari pengalaman negara lain, demikian CEO Ctrip, Liang Jianzhang, dikutip dari Antara, Sabtu (11/12/2021).

Bos platform daring penyedia jasa paket perjalanan terbesar di China itu harap-harap cemas menantikan implementasi kesepakatan bebas karantina China-Hong Kong.

Liang menyebutkan pasar penerbangan di Eropa sudah pulih 70 persen dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi COVID-19.

Ia memprediksi pasar penerbangan di Eropa akan sama dengan situasi 2019 pada libur musim panas 2022.

Tingkat keterisian pesawat di Amerika Serikat pada Oktober saja sudah mencapai 80 persen, demikian Liang yang mengaku telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melakukan traveling dan bertemu pemangku industri pariwisata di AS, Inggris, Australia, Spanyol, dan Portugal.

“Mereka sangat menantikan kembalinya turis Asia, terutama dari China,” ujarnya.

Menurut dia, dunia global sedang menunggu China untuk membuka kembali pintu perbatasannya di tengah beberapa negara lain sudah membuka kembali perbatasannya meskipun pandemi sedang meningkat dan kasus baru terus bermunculan.

Otoritas China sendiri menyatakan bahwa pihaknya telah menerapkan kebijakan nol kasus COVID-19 dengan terus melakukan pencegahan kasus impor untuk melindungi warganya. Namun kebijakan tersebut tetap akan menyesuaikan situasi global.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CCDC) Gao Fu mengatakan bahwa kebijakan nol kasus COVID tersebut setidaknya akan berlaku hingga akhir musim semi 2022.

Dalam beberapa tahun sebelum pandemi, China memberikan kontribusi yang sangat signifikan pada dunia pariwisata global. Indonesia juga mendapatkan limpahan turis asing terbanyak dari China.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KesehatanNews

Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Anak-anak dan Ibu Hamil Rentan Terdampak

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan...

NewsSepakbola

Persiraja Ditahan Imbang di Kandang

POPULARITAS.COM – Persiraja Banda Aceh harus puas berbagi poin setelah bermain imbang...

News

Sekjen PBB António Guterres Tiba di Indonesia untuk Bahas Isu Global

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), António Guterres, tiba di...

News

Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim

POPULARITAS.COM – Industri jilbab dan busana Muslim atau modest fashion dinilai memiliki...