Home News Dengar Temannya Ngaji, Buat Kusmingki Jadi Mualaf
News

Dengar Temannya Ngaji, Buat Kusmingki Jadi Mualaf

Share
Mualaf, Kusmingki. (republika)
Share

POPULARITAS.COM – Penantian Kusmingki menjadi mualaf sejak SMA tercapai. Dua pekan lalu, Kusmingki (22 tahun) melantunkan kalimat syahadat ditemani dengan sahabatnya di Mualaf Center Yogyakarta. Saat ini, dia tengah belajar dan mendalami lebih lanjut tentang Islam.

Rasa ketertarikannya dengan agama Islam berawal dari kakaknya yang menjadi mualaf. Dia sempat tinggal bersama kakaknya. Kemudian, dia berpisah dan melanjutkan pendidikan di Yogyakarta. Karena mayoritas temannya Islam, Kusmingki sering mendengar lantunan temannya ketika mengaji atau melihat mereka sholat.

“Saya merasa tenang saat mendengar teman saya mengaji. Juga lantunan ketika adzan berkumandang,” kata Kusmingki, Kamis (25/2).

Rasa tenang itu membuat dia ingin mempelajari tentang Islam. Dia juga diajari berwudhu dan sholat oleh temannya. Kala itu, dia bermalam di Bekasi setelah pergi ke Jakarta di sebuah kontrakan. Sayangnya, kamar mandi di kontrakan tidak bisa digunakan. Hanya ada toilet dan tempat wudhu.

Melihat temannya berwudhu, Kusmingki seketika meminta untuk diajari. Perlahan-lahan, dia mulai mencoba gerakan wudhu, bahkan setelah wudhu dia sampai belajar sholat.

“Saya diajarkan wudhu dan sholat. Setelah sholat, kok saya merasa nyaman,” ujar dia.

Karena mayoritas temannya Muslim, Kusmingki selalu menyiapkan sejadah dan sarung di kostnya. Sewaktu-waktu jika ada temannya yang hendak sholat, mereka tidak usah pergi ke masjid.

“Saya kagum kalau lihat teman saya sholat. Padahal kita tidak pernah menyinggung persoalan agama selama berteman,” tambah dia.

Merasa sudah mantap, akhirnya Kusmingki memberanikan diri untuk mengucapkan syahadat. Orang tua Kusmingki yang beragama non-Muslim mendukung keputusannya asalkan dia bertanggung jawab. Bersama temannya, dia datang ke Mualaf Center Yogyakarta untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Setelah menjadi mualaf, Kusmingki merasa jauh lebih damai. Dia masih ingat pengalaman sholat Jumat pertamanya yang begitu tenang. Dia juga merasa bersemangat dalam menjalankan ibadah. Apalagi jika ada temannya yang mengajak sholat bersama dia bisa ikut.

Pria berumur 22 tahun ini berharap agar kedepannya bisa istiqomah. “Saya berharap kedepannya menjadi lebih baik, lebih cepat mempelajari dalam menjalankan agama Rasulullah dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Sumber: Republika

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi
News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...