Di forum CIC ISKI, akademisi UIN Ar-Raniry bicara terkait komunikasi politik Vlademir Putin

POPULARITAS.COM – Dosen Komunikasi Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Abdur Rani Usman dan Azman MIKom mendapat kesempatan sebagai presenter dan co-author memaparkan tentang komunikasi politik Presiden Rusia Vlademir Putin pada Communication International Coference (CIC) Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) yang berlangsung di Swiss-Belinn Tunjungan, Surabaya, Senin (7/11/2022).

Dalam paparannya, Abdul Rani Usman menjelaskan, bahwa konflik Ukraina-Rusia membuat presiden Rusia Vladimir Putin menjadi komunikator politik dunia yang tidak tertandingi, Rusia tidak menginginkan Ukraina masuk menjadi anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO), di sisi lain pihak NATO menginginkan Ukraina menjadi anggota NATO, Rusia mengkhawatirkan keamanan nasionalnya bila Ukraina menjadi anggota NATO karena Ukraina adalah negara yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Dari hasil penelitiannya, pakar Komunikasi UIN Ar-Raniry, Abdul Rani menyebutkan, majalah Tempo (Januari-September 2022) melaporkan konflik Ukraina-Rusia setiap minggu, menampilkan keseriusan Rusia untuk mengembalikan kejayaan Rusia tempo dulu dengan berbagai kekuatan, baik ekonomi maupun militer.

“Ketakutan Rusia akan ancaman dari NATO-AS dan sebaliknya ketakutan AS-NATO terhadap Rusia menyebabkan insvansi militer Rusia ke Ukraina tidak dapat terhindari,” ucapnya.

Selain itu lanjut Abdul Rani, laporan tempo dianalisis isi berita menunjukkan NATO ingin memperluaskan wilayah untuk mendekati Rusia.

Doktor Rani juga menyebutkan, bahwa konflik Ukraina-Rusia akan dapat diakhiri dengan dialog, dan kesempatan itu akan terus diupayakan oleh berberapa negara termasuk salah satunya Indonesia.

Dikatakan, Presiden RI Joko Widodo telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Juga Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, terwujudnya perdamaian konflik Rusia-Ukraina adalah harapan dunia, karena telah banyak menimbulkan korban jiwa dan korban materi, belum lagi menganggu stabilitas keamanan dan ekonomi global.

Comments
Loading...