Home News Dinas Pertanian Abdya : Serangga di Padi Warga  Bukan Hama Wereng
News

Dinas Pertanian Abdya : Serangga di Padi Warga  Bukan Hama Wereng

Share
Tim Pengamat Hama dan Penyakit Dinas Pertanian Abdya turun ke kawasan persawahan Lamainong, Gampong Pasar Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee, untuk memeriksa tanaman padi warga yang dilaporkan terserang hama menjelang masa panen, Senin (26/10/2026). Foto : Dokumen Dinas Pertanian Abdya | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) turun langsung ke kawasan persawahan Lamainong, Gampong Pasar Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee, untuk memeriksa tanaman padi warga yang dilaporkan terserang hama menjelang masa panen.

Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul keluhan petani yang khawatir serangan hama mengancam hasil panen mereka. Pasalnya, tanaman padi di kawasan itu diperkirakan akan memasuki masa panen pada pertengahan November 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan hama walang sangit dan penggerek batang. Namun, berdasarkan pengamatan Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) serta penyuluh pertanian, intensitas serangan kedua hama tersebut masih tergolong ringan.

Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jenis hama yang menyerang tanaman padi sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Setelah petugas kita turun ke lapangan, hama yang ditemukan bukan wereng, melainkan walang sangit dan penggerek batang,” kata Hendri Yadi kepada Popularitas.com, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, serangan wereng perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman padi. Jika tidak dikendalikan, serangan hama tersebut berpotensi mengakibatkan tanaman rusak hingga gagal panen.

“Kalau wereng, itu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan tanaman padi mati. Namun, dari hasil pemeriksaan di lapangan, hama yang ditemukan adalah walang sangit dan penggerek batang,” ujarnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Pertanian Abdya telah memberikan obat pertanian jenis Indotop kepada petani untuk membantu mengendalikan serangan hama di kawasan tersebut.

“Obat yang kita berikan adalah Indotop dengan bahan aktif dimehipo 501 gram per liter. Produk ini digunakan untuk mengendalikan penggerek batang padi dan wereng batang cokelat,” jelasnya.

Hendri berharap, pemberian obat tersebut dapat membantu mengendalikan serangan hama, khususnya penggerek batang yang ditemukan di lokasi, sehingga tanaman padi tetap terjaga menjelang masa panen.

Ia juga meminta petani tetap memantau kondisi tanaman dan mengikuti arahan petugas pertanian dalam melakukan pengendalian hama.

“Berdasarkan pengamatan petugas dan penyuluh pertanian, intensitas serangannya masih tergolong ringan. Dengan penanganan yang dilakukan, insya Allah, serangan hama ini bisa dikendalikan dan tanaman padi tetap tumbuh dengan baik,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA

POPULARITAS.COM  — Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf...

News

Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Pj Sekda Aceh Ingatkan Siaga Puncak Musim Hujan

POPULARITAS.COM – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, memimpin apel kesiapsiagaan pengurangan...

News

Bantuan Presiden untuk Karhutla Senilai Rp1,24 Triliun, Mendagri Minta Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

POPULARITAS.COM –  Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Presiden untuk penanganan kebakaran hutan dan...

News

Pembangunan 21.228 Huntap Relokasi di Aceh Dikebut, Safrizal Tekankan Mutu

POPULARITAS.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pembangunan 21.228 unit...