Home Internasional Nilai ekspor buah tropis dari Indonesia ke Tiongkok capai RP5,94 triliun
Internasional

Nilai ekspor buah tropis dari Indonesia ke Tiongkok capai RP5,94 triliun

Share
Nilai ekspor buah tropis dari Indonesia ke Tiongkok capai RP5,94 triliun
Ilustrasi gambar Petugas membuka buah durian saat festival dan lomba durian di Desa Dayah Baro, Krueng Sabee, Aceh Jaya, Aceh, Senin (18/7/2022). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Share

POPULARITAS.COM – Data sertifikasi Barantin periode 2025 hingga 2026 yang masih berjalan mencatat, nilai ekspor durian, manggis, salak, nanas, dan pisang ke Tiongkok diperkirakan mencapai Rp5,94 triliun. Durian menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor mencapai Rp3,16 triliun, disusul manggis Rp2,63 triliun, salak Rp77,22 miliar, nanas Rp32,77 miliar, dan pisang Rp32,59 miliar.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat fasilitasi ekspor buah tropis Indonesia ke Tiongkok, seiring besarnya peluang pasar di negara tersebut.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin Dian Seri Rezeki Kusumastuti menyampaikan bahwa besarnya produksi buah tropis Indonesia belum cukup untuk menjamin keberhasilan ekspor. Karena itu, pembukaan akses pasar perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan negara tujuan.

“Keberhasilan membuka pasar harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha, kemampuan melacak asal-usul produk atau ketertelusuran, serta konsistensi menjaga kualitas dan kesehatan produk,” kata Dian dalam keterangannya, dikutip pada Senin (26/10).

Dian menjelaskan, pemenuhan persyaratan fitosanitari menjadi bagian penting dalam perdagangan buah. Pasalnya, negara tujuan dapat menetapkan ketentuan terkait organisme pengganggu tumbuhan, perlakuan karantina, pengemasan, ketertelusuran, hingga sertifikasi.

Karena itu, dia mendorong pelaku usaha berkonsultasi sejak awal sebelum melakukan ekspor agar persyaratan negara tujuan dapat dipersiapkan sejak dari kebun hingga proses pengiriman.

Sebagai otoritas perlindungan tumbuhan nasional, Barantin melakukan komunikasi dan diplomasi teknis dengan otoritas karantina negara mitra.

Barantin menyebut, proses tersebut diperlukan guna menyepakati persyaratan teknis, membuka akses pasar baru, sekaligus menjaga kelancaran ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Di tingkat pelaku usaha, Barantin memberikan layanan pemeriksaan, sertifikasi, serta pendampingan agar komoditas yang akan dikirim memenuhi persyaratan negara tujuan. Lembaga tersebut juga memberikan pendampingan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Tidak hanya itu, Barantin mengikuti pameran perdagangan internasional dan menggelar forum bisnis yang mempertemukan pengekspor, otoritas karantina, serta calon pembeli dari luar negeri.

Menurut Dian, penguatan ekspor buah tropis membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, asosiasi, dan pengekspor.

“Dengan produk yang berkualitas, sistem karantina yang kredibel, serta diplomasi yang kuat dengan negara mitra, kami sangat optimistis buah tropis segar Indonesia akan menjangkau pasar dunia yang lebih luas,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Presiden Ukraina minta sistem pertahanan udara ke Italia
Internasional

Ukraina tolak serahkan 25 persen wilayah ke Rusia, Zelensky : Kita siap hentikan operasi tempur

POPULARITAS.COM – Ukraina secara tegas menolak konsensi wilayah dengan Rusia sebagai prasyarat...

InternasionalNews

Profil Gadi Eisenkot, Eks Panglima IDF Berambisi Lengserkan Netanyahu

POPULARITAS.COM –  Mantan Kepala Staf Umum Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eisenkot,...

InternasionalNews

Ribuan Warga Israel Demo Menentang Netanyahu 3 Hari Jelang Pemilu

POPULARITAS.COM – Ribuan warga Israel berunjuk rasa besar-besaran mentang pemerintah di Tel...

InternasionalNews

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

POPULARITAS.COM – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam serangan yang dilakukan kelompok...