POPULARITAS.COM – Ribuan warga Israel berunjuk rasa besar-besaran mentang pemerintah di Tel Aviv, Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Aksi 3 hari menjelang pemilihan umum (pemilu) Israel itu secara luas dipandang sebagai bentuk penolakan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Demonstrasi tersebut digerakkan oleh Dewan Oktober, kelompok yang didirikan keluarga korban dan sandera yang ditawan militan Palestina pada 7 Oktober 2023.
Kelompok itu menuntut pertanggungjawaban atas kegagalan mencegah serangan Hamas yang memicu perang di Gaza.
Menurut media Israel, demonstrasi tersebut dihadiri para pemimpin dari empat partai oposisi utama, termasuk Gadi Eisenkot, mantan kepala staf militer yang pernah memiliki hubungan dekat dengan Netanyahu. Kehadiran Eisenkot disambut hangat oleh para peserta aksi.
“Kami akan mengadakan acara puncak yang menandai 3 tahun perjuangan untuk mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban, dan membentuk komisi penyelidikan negara,” tulis Dewan Oktober di platform X menjelang demonstrasi tersebut, dikutip dari AFP, Minggu (25/10/2026).
Jajak pendapat terbaru yang diterbitkan sebelum pembatasan pemberitaan diberlakukan pada Jumat malam menunjukkan tidak ada blok politik yang diperkirakan memperoleh mayoritas kursi di parlemen Israel.
Jajak pendapat lembaga penyiaran publik KAN memperkirakan blok Eisenkot akan meraih 52 dari total 120 kursi, sedangkan blok Netanyahu memperoleh 50 kursi. Sisanya diperkirakan jatuh kepada partai-partai di luar kedua blok tersebut, termasuk partai-partai Arab.
Reporter AFP melaporkan ribuan orang berbaris dari Lapangan Rabin di pusat kota menuju Lapangan Sandera, yang sebelumnya menjadi pusat demonstrasi antipemerintah untuk menuntut pembebasan para sandera di Gaza.
“Siapa pun yang memimpin kita selama 4 tahun terakhir (sejak pemerintahan Netanyahu berkuasa pada akhir tahun 2022) telah melakukan pekerjaan yang sangat buruk,” kata pengunjuk rasa Hadas Feuershtein (68).
“Israel belum pernah berada dalam situasi seperti sekarang ini,” tambahnya.
Menjelang demonstrasi, Dewan Oktober telah memperingatkan aparat penegak hukum mengenai kemungkinan “provokasi” oleh para pendukung pemerintah.
Kepolisian Israel pada Sabtu malam mengatakan mereka “menangkap seorang tersangka karena menyerang tim keamanan seorang tokoh publik” di Tel Aviv. Media Israel mengidentifikasi tokoh tersebut sebagai mantan perdana menteri sekaligus pemimpin partai oposisi Naftali Bennett.
Demonstrasi itu berlangsung setelah bertahun-tahun masyarakat sipil Israel dan partai-partai oposisi berkampanye untuk membentuk komisi penyelidikan independen terkait kegagalan keamanan yang menyebabkan serangan 7 Oktober.
Pemerintahan Netanyahu menolak membentuk badan independen semacam itu, yang sebelumnya kerap dibentuk Israel untuk menyelidiki kegagalan besar di tingkat negara.
Sebagai gantinya, pemerintah mengusulkan pembentukan komisi “politik”, dengan separuh anggotanya ditunjuk koalisi yang berkuasa dan separuh lainnya oleh anggota parlemen oposisi. Namun, para pemimpin oposisi menyatakan akan memboikot komisi yang dibentuk melalui penunjukan politik.
Menjelang akhir kampanye, Eisenkot dan Bennett diperkirakan menggelar pertemuan terakhir secara terpisah dengan para pemilih di Tel Aviv pada Minggu malam.
Untuk mengatasi meningkatnya isolasi internasional Israel, Netanyahu pada Jumat menyatakan Israel mungkin perlu mengembangkan ekonomi digital alternatif.
Netanyahu, yang sebelumnya menyerukan agar Israel mandiri secara militer, juga mengatakan paket senjata senilai miliaran dolar dari sekutu utamanya, Amerika Serikat, “tidak akan terus berdatangan”.
Para pemimpin oposisi pada Sabtu mengecam usulan perdana menteri tersebut.
Eisenkot secara sarkastis menyebut mata uang digital paralel yang diusulkan itu sebagai “bbCoin”, merujuk pada julukan yang umum digunakan untuk Netanyahu, Bibi.
“Netanyahu mengatakan bahwa jika ia terpilih kembali, Israel akan memutuskan hubungan dengan ekonomi global. Tidak ada belanja online, tidak ada investasi di bidang teknologi tinggi, tidak ada keamanan. Kita tidak boleh membiarkan bbCoin menghancurkan Israel,” tulisnya di X.
Yair Lapid, mantan perdana menteri sekaligus pemimpin oposisi saat ini, menuduh Netanyahu “berjanji kepada warga Israel sebelum pemilihan bahwa mereka akan mengantre selama satu setengah jam untuk mendapatkan roti seperti di Rusia atau Iran”.
“Jika dia memenangkan pemilihan, itulah yang akan terjadi. Akan ada sanksi, tidak akan ada perjanjian keamanan dengan Amerika Serikat dan tidak akan ada ekonomi Israel,” katanya dalam wawancara dengan Channel 12 Israel.









Leave a comment