Home News Disandera Perompak Somalia, 4 Pelaut Indonesia Diancam Ditembak
News

Disandera Perompak Somalia, 4 Pelaut Indonesia Diancam Ditembak

Share
Ilustrasi Kapal disandera Perompak.
Share

POPULARITAS.COM – Empat pelaut Indonesia, dua di antaranya pelaut asal Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi korban penyanderaan oleh perompak Somalia setelah kapal tanker asing yang mereka awaki dibajak di perairan Somalia. Keduanya yang menjabat sebagai nahkoda dan muallim diancam akan ditembak mati apabila tuntutan tebusan tidak dipenuhi.

Kedua pelaut tersebut berasal dari Kabupaten Gowa dan Bulukumba. Mereka sebelumnya mengoperasikan kapal tanker Honour 25 berbendera Oman yang dibajak sejak 21 April 2026 saat berlayar di wilayah perairan Somalia.

Dalam insiden itu, total 17 awak kapal turut disandera. Empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua pelaut asal Sulsel. Sementara dua WNI lainnya berasal dari Pemalang, Jawa Tengah, dan Bogor, Jawa Barat.

Informasi pembajakan ini disampaikan langsung oleh kapten kapal, Ashari Samadikun, warga Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Ia mengabarkan kondisi tersebut kepada keluarga dan rekan satu angkatannya di sekolah pelayaran melalui pesan suara dan panggilan video.

Dalam komunikasi pada Minggu (26/4/2026), Ashari menceritakan momen saat kapal dibajak oleh perompak bersenjata. Para pelaku naik ke kapal dan menguasai seluruh awak, serta mengancam akan menembak jika ada perlawanan.

“Saya bilang jangan melawan, semua angkat tangan dan tiarap. Mereka dobrak pintu dan menodongkan senjata ke kepala saya. Saya sampaikan bahwa saya Muslim dan kapten kapal. Setelah itu mereka memerintahkan kapal berhenti. Alhamdulillah, sementara kondisi masih aman,” ujarnya.

Rekan satu angkatan Ashari, Eleora Kamaya Lekon, membenarkan adanya empat pelaut Indonesia yang masih disandera. Ia mengungkapkan bahwa proses negosiasi antara perusahaan kapal yang berbasis di Dubai dengan perompak Somalia hingga kini belum membuahkan hasil.

“Di atas kapal ada 17 kru, termasuk empat warga Indonesia. Dua di antaranya dari Sulawesi Selatan. Kondisi terakhir yang kami terima masih aman, tetapi komunikasi sangat dibatasi,” katanya saat ditemui di rumah orang tua Ashari.

Meski kapal yang dibajak tidak berbendera Indonesia, keluarga dan rekan korban berharap pemerintah Indonesia dapat segera turun tangan untuk memberikan perlindungan serta membantu pemulangan para WNI yang disandera.

“Kami berharap pemerintah Indonesia proaktif membantu karena mereka adalah WNI yang berhak mendapatkan perlindungan negara,” tegasnya.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi
News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...

News

BGN Usul Anak Keluarga Kaya Tak Lagi Terima MBG

POPULARITAS.COM – Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu program...

News

Kapolda Pantau Sebaran Titik Api Karhutla di Wilayah Barat Selatan Aceh

POPULARITAS.COM – Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah bersama Kepala Pelaksana...

News

Polisi Selidiki Dugaan Ledakan KMP Aceh Hebat 2 yang Lukai 15 Korban

POPULARITAS.COM – Sebuah ledakan terjadi diruang mesin KMP Aceh Hebat 2 dan...