Disbudpar Aceh gandeng influencer promosi pariwisata CRU Sampoiniet

POPULARITAS.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggandeng influencer dalam rangka promosi pariwisata CRU Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya yang berlangsung pada 25-29 November 2022.

Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal melalui Kepala Bidang Pemasaran, Teuku Hendra Faisal mengatakan , objek wisata yang menjadi pusat perhatian kali ini adalah CRU Sampoiniet.

“Sebelum mengeksplorasi CRU Sampoiniet, para influencer juga mengeksplorasi beberapa segmen pariwisata lainnya seperti segmen kuliner, craft dan objek wisata tentunya,” kata Hendra Faisal.

Awalnya, kata dia, para influencer mengeksplorasi objek wisata religi yaitu Masjid Nyak Sandang yang berlokasi di Lhuet, Aceh Jaya. Masjid ini merupakan sumbangan dari Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Masjid ini sangat astetik dan terkenal dengan desain bangunannya.

Pada malam hari, tambah Hendra, para influencer mencoba untuk menyantap makanan khas dan sangat terkenal yaitu Mie Gurita Lamno atau yang biasa disebut Guritno.

Para influencer sangat antusias dengan memesan mie favorit di sana seperti mie gurita, daging rusa, lobster, seafood dan lainnya. Variasi mie yang disajikan pun beraneka ragam seperti mie goreng kering, mie kuah atau tumis, hingga mie rebus juga sangat nikmat untuk disantap. Mie guritno ini sendiri berlokasi di jalan lintas Sumatera Bak Paoh Raya, Lamno.

Selain itu para influencer juga melakukan kunjungan ke workshop E craft dengan bahan dasar Eceng Gondok dan Pucuk Nilam. Ecraft Eceng Gondok sendiri terletak di Gampong Tanoh Manyang Teunom.

Ecraft Eceng Gondok ini terdiri dari berbagai produk seperti tas, topi sendal, kupiah meukutop, keranjang dan produk lainnya. Begitu juga dengan Ecraft Pucuk Nilam yang berlokasi di Gampong Padang Kleng, Teunom yang juga menghasilkan produk yang sangat diminati oleh para wisatawan dan masyarakat lainnya seperti songket, baju adat, selendang, syal dan produk lainnya.

Ecraft Pucuk nilam yang dikunjungi bernama Bunda Jannah. Melihat betapa antusiasnya para influencer akan produk khas Aceh sendiri dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih mencitai dan mengetahui seluk beluk produk khas Provinsi Aceh.

Hendra menambahkan, beragam wisata dan keindahan kabupaten Aceh Jaya menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk ramai-ramai berkunjung dan mengeksplore kabupaten itu.

Di mana, kata dia, pada suatu sore para influencer tertarik untuk mengunjungi kebun kopi dan cara meroasting kopi secara manual yang bertempat di Gampong Sabet. Kebun kopi ini sendiri merupakan milik warga setempat.

“Di mana kita dapat merasakan sensasi yang luar biasa yang jarang ditemukan di daerah lain. Para influencer turun langsung untuk merasakan menjadi petani kopi dan juga meroasting kopi secara manual. Dan hasilnya pun langsung dicicipi oleh para influencer,” ujarnya.

“Acara puncak dari kegiatan ini adalah eksplorasi objek wisata CRU Sampoiniet di Pante Purba, Aceh Jaya,” jelasnya.

Hendra menyampaikan, kegiatan ini merupakan kegiatan eksplorasi wilayah di mana terdapat hewan peliharaan yang dirawat di alam terbuka yaitu gajah yang bernama Isabella, Aziz dan Jojo. Ketiga gajah ini sangat bersahabat dengan masyarakat.

Para influencer sendiri, tambah Hendra, ikut berkomunikasi dengan gajah mulai dari mandi bersama gajah, memandikan gajah, menaiki gajah dan juga memberi makan gajah. Hal tersebut menandakan bahwa manusia sangat mencintai hewan dan alam.

Pada malam harinya, para influencer berkemah di hutan CRU Sampoiniet dan ikut memeriahkan sharing session sambil menikmati indahnya api unggun. Kegiatan bakar membakar menjadi pilihan bagi para influencer pada saat makan malam.

“Dan setelah lelah beraktivitas seharian istirahat sambil berkemah menjadi pilihan yang tepat bagi para influencer,” ujarnya.

Pada esok harinya, kunjungan ke Makam Poeteumeurehom menjadi opsi terbaik sebelum kepulangan ke Banda Aceh. Pada makam tersebut, para influencer terlihat sopan dan Islami di mana mereka juga melihat langsung sambal berziarah ke makam dan juga salat.

“Sore harinya peserta kembali ke Banda Aceh,” kata Hendra.

Comments
Loading...