Home Internasional Iran Pasang Syarat, AS Beri Peringatan Keras Jelang Perundingan di Islamabad
Internasional

Iran Pasang Syarat, AS Beri Peringatan Keras Jelang Perundingan di Islamabad

Share
Iran Pasang Syarat, AS Beri Peringatan Keras Jelang Perundingan di Islamabad
Gambar JD Vance wakil presiden AS (ilustrasi/AI)
Share

POPULARITAS.COM – Delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Baqer Ghalibaf telah tiba di Islamabad pada Jumat (10/4/2026). Namun, media Iran menegaskan bahwa pembicaraan baru akan dimulai apabila prasyarat yang diajukan Teheran terlebih dahulu dipenuhi oleh pihak Amerika Serikat.

Dua tuntutan utama yang diajukan Iran adalah implementasi gencatan senjata di Lebanon serta pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri akibat sanksi AS. Ghalibaf menyatakan kedua hal tersebut sebenarnya telah disepakati secara prinsip, namun hingga kini belum juga dijalankan. Nilai aset Iran yang diblokir diperkirakan mencapai 100 hingga 120 miliar dolar AS, berdasarkan laporan pejabat internasional sebelumnya.

Di sisi lain, Washington tidak tinggal diam. Dikutip dari beritasatu.com, Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan peringatan keras kepada Teheran sebelum bertolak menuju Islamabad. “Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami siap membuka tangan. Namun jika mencoba memainkan kami, tim negosiasi tidak akan bersikap reseptif,” ujar Vance, seperti dilansir France24.com.

Baca juga: 10 Poin Proposal Iran yang Disetujui AS untuk Gencatan Senjata

Meski demikian, Vance menegaskan bahwa AS tetap membuka pintu dialog selama Iran menunjukkan iktikad baik dalam proses negosiasi.

Agenda pembicaraan di Islamabad tidak hanya mencakup dua tuntutan Iran tersebut. Sejumlah isu sensitif lain turut masuk dalam daftar pembahasan, termasuk program pengayaan nuklir Iran serta kebebasan jalur perdagangan di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengkritik sikap Iran yang dinilai belum sepenuhnya membuka akses di selat strategis itu sejak gencatan senjata sementara diberlakukan.

Sementara itu, Iran memiliki pandangan berbeda. Teheran menilai serangan Israel ke Lebanon sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan yang ada, dengan alasan wilayah tersebut masuk dalam cakupan gencatan senjata.

Sebagai tuan rumah, Pakistan memperketat pengamanan menjelang berlangsungnya perundingan. Akses menuju lokasi utama pembicaraan di Islamabad dijaga ketat, mencerminkan betapa krusialnya pertemuan ini bagi stabilitas kawasan.

Perbedaan posisi yang masih tajam antara kedua pihak menjadi tantangan besar yang harus dihadapi sebelum harapan perdamaian jangka panjang dapat terwujud. (hsn)

sumber: beritasatu.com

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Usai Jual Ganja, Nenek 101 Tahun Ini Dibebaskan karena Terlalu Tua

POPULARITAS.COM – Seorang perempuan berusia 101 tahun ditangkap di Nigeria karena diduga...

InternasionalNews

Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi Lewat Pertemuan 2+2

POPULARITAS.COM – Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di sektor...

InternasionalNews

China dan Nepal Perkuat Kerja Sama Tanggap Bencana Banjir

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri...

InternasionalNews

Raja Harald V dari Norwegia Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun

POPULARITAS.COM – Raja Harald V dari Norwegia meninggal dunia pada usia 89...