Home Syariat Islam ISAD Aceh dukung kebijakan Mualem tutup tempat usaha saat waktu sholat
Syariat Islam

ISAD Aceh dukung kebijakan Mualem tutup tempat usaha saat waktu sholat

Share
ISAD Aceh dukung kebijakan Mualem tutup tempat usaha saat waktu sholat
Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Teuku Zulkhairi. Foto : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Teuku Zulkhairi mendukung penuh terhadap kebijakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem terkait seruan tutup kedai saat sudah adzan untuk segera shalat.

Dia menilai, kebijakan tersebut bisa memperkokoh nilai-nilai keislaman masyarakat Aceh karena shalat merupakan tiang Islam.  “Kita siap mendukung dan mengawal kebijakan ini,” kata Teuku Zulkhairi dalam keteranganya di Banda Aceh, Sabtu (8/3/2025).

Menurut Zulkhairi, seorang pemimpin memang tidak hanya bertanggung jawab atas urusan dunia rakyatnya, tetapi juga harus memastikan keselamatan mereka di akhirat. “Kita memahami bahwa shalat adalah tiang agama. Jika fondasi ini kokoh, maka kehidupan masyarakat juga akan terarah dan berkah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Zulkhairi menyebutkan langkah Mualem merupakan upaya memperkuat tiang Islam di Aceh, dan semua pihak wajib mendukungnya secara total. Selain itu, menurut Zulkhairi seruan Mualem ini bukan hanya perintah administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali semangat keislaman masyarakat Aceh.

Sebagai provinsi yang menerapkan syari’at Islam, kata Zulkhairi, Aceh seharusnya lebih serius dan fokus dalam menegakkan nilai-nilai agama, termasuk dalam hal shalat berjamaah.

Zulkhairi menjelaskan, ketika Mualem meminta agar masyarakat Aceh segera menutup kedai dan bergegas ke masjid saat adzan berkumandang, ini bukan sekadar seruan dan kebijakan pemimpin. “Tetapi bisa dimaknai sebagai upaya membangkitkan kesadaran keislaman masyarakat Aceh lebih mendalam. Apalagi, shalat berjamaah adalah jalan menuju keberkahan dan kebangkitan umat,” ujarnya

Zulkhairi juga mengatakan, kompleksitas persoalan yang mendera sebagai bangsa hari ini sangat berkaitan dengan fakta banyaknya orang yang tidak shalat yang bisa dilihat sendiri dalam kehidupan sehari-hari. “Jika hari ini banyak yang meninggalkan shalat, maka itulah masalah terbesar kita, yang berimplikasi pada berbagai aspek kehidupan, termasuk ancaman runtuhnya pondasi keislaman Aceh,” jelasnya..

Di samping itu, Zulkhairi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama mengawal dan mensukseskan kebijakan ini.

Bahkan, menurut Zulkhairi Aceh harus menjadi contoh dalam menegakkan nilai-nilai Islam di nusantara. Dia juga menilai apa yang dilakukan oleh Mualem adalah langkah awal yang baik.  “Kini, tugas kita adalah bersinergi untuk menjadikannya sebagai gerakan bersama demi membangun Aceh yang lebih religius dan bermartabat sebagai syarat menuju kejayaan dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsSyariat Islam

Matahari Tepat di Atas Kabah pada 15-17 Juli 2026, Begini Cara Cek Arah Kiblat

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Matahari akan...

14 jemaah haji asal meninggal dunia di tanah suci
Syariat Islam

14 jemaah haji asal meninggal dunia di tanah suci

POPULARITAS.COM – Proses pemulangan jemaah haji asal Aceh, terus berlanjut. Saat ini,...

1.176 jemaah haji asal Aceh telah kembali ke tanah air
Syariat Islam

1.176 jemaah haji asal Aceh telah kembali ke tanah air

POPULARITAS.COM – Sebanyak 1.176 jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam tiga...

Tiga pelaku Judi di cambuk di Aceh Besar. Kejari : Kita komit dukung penegakan syariat islam
Syariat Islam

Tiga pelaku Judi di cambuk di Aceh Besar. Kejari : Kita komit dukung penegakan syariat islam

POPULARITAS.COM – Tiga pelaku pelanggar syarit islam, masing-masing F, ML dan I,...