POPULARITAS.COM – Modernisasi kekuatan udara Indonesia memasuki babak baru. Tiga jet tempur tambahan Dassault Rafale dijadwalkan tiba pada pertengahan 2026. Hal ini mempertegas langkah Indonesia memperkuat daya tangkal di tengah meningkatnya tensi kawasan Indo-Pasifik.
Kementerian Pertahanan memastikan pengiriman lanjutan pesawat tempur generasi 4,5 tersebut sebagai bagian dari kontrak pembelian 42 unit dari pabrikan Prancis, Dassault Aviation. Sebelumnya, tiga unit tahap awal telah mendarat pada Januari 2026 dan kini ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Kedatangan gelombang kedua rencananya akan dikemas dalam seremoni resmi yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, sehingga menandai dimulainya penguatan skuadron tempur secara bertahap.
Total 42 unit Rafale dipesan melalui tiga tahap kontrak sejak 2022. Seluruh kontrak kini efektif dan memasuki fase produksi penuh. Indonesia menjadi salah satu pelanggan strategis Rafale di Asia Tenggara, sehingga mempertegas orientasi modernisasi alutsista berbasis teknologi tinggi dan interoperabilitas global.
Rafale dikenal sebagai jet tempur multiperan yang mampu menjalankan misi superioritas udara, serangan darat, operasi maritim, hingga pengintaian dalam satu platform. Fleksibilitas ini dinilai krusial bagi Indonesia yang memiliki wilayah udara luas, perbatasan strategis, dan tantangan keamanan multidimensi.
Secara teknis, Rafale mampu melaju hingga mach 1,8, memiliki radius tempur sekitar 1.850 kilometer, serta dilengkapi radar RBE2 AESA dan sistem peperangan elektronik SPECTRA yang meningkatkan kemampuan deteksi serta perlindungan diri dari ancaman rudal dan sistem pertahanan udara musuh.
Dari sisi persenjataan, jet ini dapat membawa rudal meteor dan MICA untuk pertempuran udara jarak jauh, SCALP-EG untuk serangan presisi jarak lebih dari 300 kilometer, serta exocet untuk misi antikapal. Kombinasi ini memperluas spektrum respons strategis TNI AU.
Dengan nilai sekitar US$ 115 juta atau Rp 1,9 triliun per unit, pengadaan Rafale diposisikan pemerintah sebagai investasi jangka panjang demi menjaga stabilitas, kedaulatan wilayah, dan meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam lanskap keamanan regional yang semakin kompetitif.











Leave a comment