POPULARITAS.COM – Mualem, begitu orang melakabkan nama untuk lelaki itu. Dari cerita beberapa orang dekatnya, Muzakir Manaf nama asli pria yang kini jabat Gubernur Aceh itu, Ia sosok pemurah, jarang marah, dan selalu menyantuni anak-anak yatim.
Saat debat kandidat di Pilkada Aceh 2024, Mualem selalu sampaikan tujuannya, yakni jika dipilih rakyat, fokus dan perhatiannya untuk anak-anak yatim dan fakir miskin. Karna itu, lewat berbagai kebijakan yang dijalankannya, Mualem kerap menekankan persoalan itu.
Jelang lebaran idulfitri 2025, ribuan orang mendatangi kediaman resmi Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Lelaki itu pun tak lari. Sendirian, Ia mendatangi satu persatu warga yang hadir. Disapanya, lantas Mualem pun beri amplop putih berisi uang. Tak pandang bulu, semua dapat. Bahkan, mantan Panglima GAM era Aceh dikecamuk konflik itu sempat berkelakar, siapa lagi yang belum dapat, tanyanya yang disambut gelak tawa masyarakat.
Ya, Mualem memang sosok yang dekat dengan rakyat. Mungkin itu karna latar belakangnya sejak kecil, remaja dan bahkan jadi Panglima GAM, selalu berinteraksi dengan masyarakat kecil.
Rabu 4 Juni 2025, demi kaulnya bertemu rakyat di tiga kabupaten, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya, Mualem memilih meninggalkan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Bobby yang datang bersama Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, kaget dan terperangah kala Mualem secara lugas mengatakan bahwa, dirinya tak bisa lanjutkan pertemuan. “Maaf, saya sudah janji dengan masyarakat. Mereka menunggu,” kata Mualem.
Padahal, kunjungan Bobby dan Masinton untuk membahas isu krusial terkait dengan empat pulau yang kini telah diputuskan oleh Mendagri masuk wilayah administrasi Sumatera Utara.
Memilih meninggalkan pertemuan dan menjumpai rakyat yang telah menunggunya, sebagai bukti bahwa Mualem lebih mencintai masyarakat. Lelaki itu bergerak sembari meminta maaf kepada Bobby dan Masinton. Keduanya tak dapat berkata-kata, hanya terperangah.
Bagi Mualem, kaulnya dengan rakyat lebih prioritas daripada membicarakan polemik empat pulau bersama Bobby. Entah apa dalam pikiran Bobby dan Masinton atas sikap Gubernur Aceh itu.
Di Aceh Barat, bersama Bupati Tarmizi, Mualem larut dalam kebahagiaan. Itulah Muzakir Manaf, dia lebih suka bertemu dan menyapa rakyatnya. Di kabupaten itu, dirinya membaur dengan ribuan anak-anak yatim dan fakir miskin yang telah menunggunya.

Mengenakan peci putih dan baju biru muda, tangan Mualem membawa segepok amplop berwarna putih. Ia berjalan mendatangi satu persatu anak-anak yatim yang telah menunggunya. Tak ada jarak, sesekali pria itu mengelus kepala bocah-bocah yang tak lagi milik ayah dan ibu tersebut.
Bahkan, tanpa sungkan, Mualem merunduk untuk memeluk bocah-bocah yang begitu polos memperhatikannya. Senyum sumringah dan raut bahagia terpancar dari anak-anak itu. Momen seperti itulah Muzakir Manaf rasakan kebahagiaannya.
Tak hanya di Aceh Barat, Mualem juga bergerak ke Nagan Raya dan Aceh Barat Daya. Di kedua kabupaten itu, Mualem melakukan hal serupa. Membagikan santunan kepada 1.000 anak-anak yatim.
Total, di tiga kabupaten itu, Mualem membagikan santunan bagi 3.000 anak yatim dan fakir miskin. Bahkan, saat menyambangi daerah-daerah itu, Muzakir Manaf tak sempat berganti baju. Ia tetap mengenakan peci putih dan kemeja yang Ia kenakan sejak berangkat dari Banda Aceh.
Ya, itulah potret Mualem. Berbagi bersama rakyat dan warga lebih Ia sukai. Melihat senyum-senyum bocah-bocah yang tak punya ayah dan ibu, lebih membuatnya bahagia. Berjanji atau kaul dengan mereka jadi pilihannya.










Leave a comment