Home Headline Kekayaan minyak Venezeula jadi motif utama Amerika Serikat culik Maduro
HeadlineInternasional

Kekayaan minyak Venezeula jadi motif utama Amerika Serikat culik Maduro

Share
Teguh minta presiden copot Kepala BPIP Yudian Wahyudi terkait kontroversi jilbab petugas Paskibraka 2024
Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa.
Share

POPULARITAS.COM – Amerika Serikat melakukan serangan besar-besaran secara terbatas ke Caracas, ibu kota Venezeula. Pasukan negara berjuluk Paman Sam itu, berhasil menangkap Presiden Nicolas Mudoro bersama istrinya, Cilia Flores.

Serangan yang berlangsung pada 3 Januari 2026 dini hari itu, membuat publik global terkejut. Banyak negara mengecam langkah Presiden Trump, pun PBB ikut prihatin atas aksi koboi yang dilakukan oleh Amerika Serikat itu.

Dalih penculikan Maduro oleh Amerika dengan Narko-terorisme dan kepemilikan senjata, dinilai banyak kalangan hanya sebagai topeng semata.

Teguh Santosa, Direktur Politik GREAT Institute, menilai motif utama Amerika Serikat, hanya untuk menguasai ladang minyak Venezeula. Apalagi, sejak revolusi Bolivarian, negara tersebut melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak negara Adidaya itu.

“Jadi, dibalik tuduhan narko-terorisme, patut diduga motif utama Amerika Serikat serang dan culik Maduro untuk kuasai ladang minyak,” kata Teguh, Senin (5/1/2026) di Jakarta.

Tentu, sambung Teguh lagi, tindakan Amerika Serikat itu, tidak dibenarkan dalam hukum internasional. langkah itu sangat barbar dan berbahaya bagi stabilitas politik global.

Menurut Teguh, sudah sepatutnya seluruh pemimpin negara di dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, mengecam tindakan Trump yang mengangkangi hukum internasional. 

PBB juga diminta bersikap lebih tegas menghukum rezim Trump, dan memerintahkan pembebasan Maduro dan istrinya, Cilia Flores

“Aksi penculikan Maduro itu, jelas-jelas pelanggaran hukum internasional, khususnya artikel 2(4) Piagam PBB,” ucapanya.

Jika dunia membiarkan apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat itu, maka bukan mustahil yang serupa juga bisa berlaku bagi negara lain. “Penculikan Maduro itu pelanggaran berat kedaulatan Venezeula sebagai satu negara,” tandasnya.

Operasi penculikan Maduro dan istrinya melibatkan lebih dari 150 pesawat militer dan begitu banyak personel dari berbagai cabang militer AS, termasuk pasukan khusus Delta Force dan unit FBI. 

Mereka melakukan serangan presisi pada target-target di Venezuela, termasuk sistem pertahanan udara, untuk memberikan perlindungan bagi tim ekstraksi yang menuju ke lokasi Maduro. Serangan ini juga melibatkan taktik perang siber untuk membersihkan jalur bagi tim operasi di darat dan udara.

Penculikan bernama sandi Operasi Absolute Resolve ini juga melibatkan CIA yang memantau aktivitas Maduro selama beberapa bulan terakhir sampai puncak serangan pada Sabtu dini hari lalu.

“Pemerintah AS seharusnya menggunakan mekanisme yang diatur hukum internasional dan prinsip multilateralisme untuk menetralisir penyelundupan narkotika ke negaranya,” ujarnya lagi.

Pemerintah AS pertama kali menuduh Maduro sebagai pemimpin kartel narkoba pada tahun 2020, di periode pertama pemerintahan Trump.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Kondisi Kesehatan Raja Norwegia Memburuk, Keluarga Batalkan Semua Agenda

POPULARITAS.COM – Raja Harald dari Norwegia yang berusia 89 tahun dilaporkan berada...

InternasionalNews

Pekerja Asal Indonesia Sambut Kenaikan Upah Kurir Makanan di Australia

POPULARITAS.COM – Sekitar 250.000 pengemudi ojol di Australia akan terpengaruh dengan perubahan...

Puluhan murid SDN Lampoh Saka Pidie dikeluarkan dari sekolah, Kepsek : Tidak bisa masuk Dapodik
EdukasiHeadline

Daftar SD di Pidie yang keluarkan siswa baru akibat benturan aturan kementrian

POPULARITAS.COM – Ternyata, tidak hanya SDN 1 Lampoh Saka, yang terpaksa keluarkan...

InternasionalNews

Perketat Imigrasi, AS Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

POPULARITAS.COM – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah menyiapkan pencabutan...