Home Aceh dalam Data Korban meninggal sumur minyak meledak di Aceh Timur jadi 21 orang
Aceh dalam DataNews

Korban meninggal sumur minyak meledak di Aceh Timur jadi 21 orang

Share
Korban terbakarnya sumur pengeboran minyak mentah di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, ketika berada di RS Sultan Abdul Aziz Syah, Peureulak, Rabu (25/4). (Foto Antara Aceh/Putra)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) : Jumlah korban meninggal dunia akibat meledaknya sumur minyak tradisional di Desa Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, bertambah menjadi 21 orang.

“Pagi ini, meninggal bertambah dua orang, Setelah sebelumnya ada 19 orang,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek melalui telepon seluler di Banda Aceh, Kamis.

Ia merinci, kedua orang korban meninggal tersebut, yakni bernama Ishak (48), warga yang tinggal di kecamatan tempat sumur minyak berada.

Almarhum merupakan salah satu korban yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz di Peureulak, Aceh Timur, bersama 18 orang lainnya akibat luka bakar cukup serius.

Lalu Zainal Abidin (35), merupakan warga yang sehari-hari tinggal di desa tempat sumur minyak dikelola sacara ilegal tersebut.

Sebelum meninggal, Zainal sempat di rawat pada Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz di Peureulak, bersama 18 orang korban luka bakar lainnya.

“Hingga kini tercatat, tinggal 38 orang korban mengalami luka-luka mendapat penangan medis oleh rumah sakit,” kata Ahmad.

Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thaib menegaskan, penyulingan minyak secara tradisional di wilayah tersebut harus ditutup, karena selain ilegal dan cukup berbahaya bagi keselamatan.

“Penyulingan minyak ilegal ini, harus segera ditutup. Karena kebakaran yang menimbulkan korban jiwa, sudah berulang kali terjadi,” tegas bupati ketika meninjau lokasi ledakan dan kebakaran sumur minyak di Ranto Peureulak.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, kebakaran yang sama juga terjadi di lokasi penyulingan minyak mentah di kecamatan yang sama. Mengakibatkan sejumlah warga meninggal, dan beberapa orang lainnya mengalami luka bakar serius. “Kita berharap, aparat penegak hukum harus mengambil sikap tegas dengan menertibkan sumur-sumur minyak ilegal ini. Begitu juga dengan PT Pertamina EP Ranau, juga harus menutup sumur yang telah dibuka oleh masyarakat,” harap Rocky, panggilan akrab Bupati. (aceh.antaranews.com)

Share
Tulisan Terkait
News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...

KriminalitasNews

Polisi Amankan Mobil Diduga Angkut 600 Liter Bio Solar Subsidi di Banda Aceh

POPULARITAS.COM –  Polisi mengamankan sebuah mobil Kia Travello yang diduga mengangkut sekitar...