Home Headline Sekda Aceh Jaya tersangka dugaan korupsi PSR senilai Rp38,4 miliar
HeadlineHukum

Sekda Aceh Jaya tersangka dugaan korupsi PSR senilai Rp38,4 miliar

Share
Sekda Aceh Jaya tersangka dugaan korupsi PSR senilai Rp38,4 miliar
Ilustrasi kebun sawit | Foto: Detik.com
Share

POPULARITAS.COM – Sekda Aceh Jaya, Teuku Reza Fahlevi (TRF), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Aceh. Mantan Pj Bupati Simeulue itu, diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi program peremajaan sawit (PSR) di kabupaten tersebut. Akibat dari tindakan itu, negara dirugikan Rp38,4 miliar.

Selain TRF, salah satu anggota DPRK Aceh Jaya, inisial S, juga ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Satu tersangka lainnya bernama TM.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Ali Rasab Lubis dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025) di Banda Aceh.

“Saat ini, terkait dengan kasus itu dua orang ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing, TRF, S, dan TM” katanya.

TRF sendiri, sambungnya, merupakan Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya periode 2021-2023. Sementara S, salah satu anggota legislatif, dan TM mantan kepala dinas periode 2017-2020, tambahnya.

Masih kata Ali Rasab, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, barang bukit, serta keterangan ahli. “Penyidik berkeyakinan ketiganya terlibat dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka,” tukasnya.

Diketahui, kasus ini bermula saat S, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Koperasi Pertanian Sama Mangat/Koperasi Produsen Sama Mangat Kabupaten Aceh Jaya (KPSM) mengusulkan proposal bantuan PSR. 

Proposal tersebut mencantumkan 599 petani dengan luas lahan 1.536,7 hektar untuk tahap 1, 2, 3 dan 4. Verifikasi teknis dan administrasi dilakukan oleh Dinas Pertanian Aceh Jaya untuk mengidentifikasi apakah usulan telah memenuhi kriteria PSR.

Kemudian Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya menerbitkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) terhadap Proposal PSR KPSM dan meneruskan secara berjenjang kepada Dinas Perkebunan Aceh, Kementerian Pertanian RI dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pihak BPDPKS kemudian menyalurkan Dana PSR sesuai dengan perjanjian kerjasama tiga pihak, yakni BPDPKS, pihak bank dan koperasi. Dana PSR tersebut kemduian disalurkan ke rekening pekebun Escrow dan masuk ke rekening KPSM sebesar Rp 38.427.950.000,00.

Namun kenyataannya, berdasarkan database Kementerian Transmigrasi RI, lahan PSR yang diusulkan tersebut bukan milik pekebun melainkan bekas lahan milik PT. Tiga Mitra. Lahan itu pun berada dalam kawasan HPL Kementerian Transmigrasi RI, yang masih menjadi kewenangan Kementerian Transmigrasi.

Mantan Anggota DPRK Bireuen Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Dana PNPM Gandapura

Citra satelit dan drone yang dianalisis oleh ahli Geographic Information System (GIS) dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala sejak 2018 hingga 2024 tidak menunjukkan tanaman sawit di lahan masyarakat. Bekas lahan milik PT. Tiga Mitra juga dalam kondisi hutan dan semak-semak.

Dengan kondisi tersebut, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya tetap menerbitkan rekomendasi dan SK CP/CL, sehingga menjadi dasar pihak BPDPKS menyalurkan dana bantuan PSR kepada KPSM. Akibatnya pengelolaan dana PSR tidak sesuai persyaratan PSR.

Negara tidak mendapatkan haknya terhadap penyaluran Dana PSR, yaitu realisasi program peremajaan atau penggantian kelapa sawit dengan kriteria sesuai dengan regulasi.

Akibat perbuatan tiga tersangka tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp 38.427.950.000,00. Ketiganya juga terancam Pasal 2, Pasal 2 ayat (1) jo, Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

PN Jaksel  Menggelar Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Hari Ini

POPULARITAS.COM – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang perdana praperadilan mantan...

Denza N8, mobil listrik produksi BYD kini bisa tempuh jarak 1.003 kilometer
HeadlineTeknologi

Denza N8, mobil listrik produksi BYD kini bisa tempuh jarak 1.003 kilometer

POPULARITAS.COM – BYD, hadirkan Denza N8, mobil listrik jenis SUV kelas premium...

HukumNews

Ini Alasan MK Menolak Gugatan Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru

POPULARITAS.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menerima permohonan uji materi aturan...

HukumNews

Sidang Banding Nadiem, Saksi GoTo Bongkar Alur Rp 809 Miliar

POPULARITAS.COM – Sidang banding perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dengan terdakwa mantan...