Home Internasional Longsor Dahsyat di Darfur, Lebih dari 1.000 Warga Tewas Tertimbun
InternasionalNews

Longsor Dahsyat di Darfur, Lebih dari 1.000 Warga Tewas Tertimbun

Share
Bencana Longsor landa Darfur, Sudan. Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Tim penyelamat berjuang menembus desa pegunungan terpencil di Darfur, Sudan, pada Rabu (3/9/2025), setelah tanah longsor dahsyat meratakan Desa Tarasin di Jebel Marra. Tragedi ini menewaskan lebih dari 1.000 orang, dengan laporan hanya satu korban yang selamat.

Bencana terjadi pada Senin (1/9/2025) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Faksi pemberontak Gerakan Pembebasan Sudan/Tentara (SLM), yang menguasai area Jebel Marra, menyebut longsor itu sangat besar dan dahsyat.

“Informasi awal menunjukkan seluruh penduduk desa tewas, diperkirakan lebih dari 1.000 orang, dengan hanya satu selamat,” ungkap kelompok yang dipimpin Abdulwahid Al-Nur.

SLM menyerukan bantuan dari PBB dan lembaga internasional untuk mengevakuasi jenazah yang masih terkubur lumpur dan puing. “Ini di luar kapasitas kami,” kata Nur kepada AFP.

Rekaman yang dipublikasikan memperlihatkan lereng gunung runtuh, menimbun rumah, pohon, dan warga. Relawan dan warga tampak mencari korban dengan alat seadanya di atas batu-batu tajam dan lumpur tebal.

Uni Afrika mendesak semua pihak di Sudan untuk menurunkan senjata dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan. “Bantuan darurat harus segera diberikan kepada para korban,” tegas lembaga tersebut.

Jebel Marra, jajaran gunung berapi di Darfur, merupakan kawasan rawan longsor, terutama saat musim hujan yang mencapai puncak pada Agustus. Pada 2018, longsor di kawasan Toukoli menewaskan sedikitnya 20 orang.

Sejak April 2023, Sudan dilanda perang saudara antara panglima militer Abdel Fattah Al-Burhan dan komandan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Mohamed Hamdan Dagalo. Konflik ini memperparah krisis kemanusiaan dan membatasi akses organisasi internasional ke wilayah terdampak.

Dewan Kedaulatan Transisi pimpinan Burhan dan pemerintahan saingan yang didukung RSF sama-sama menyampaikan belasungkawa. Perdana Menteri RSF, Mohamed Hassan Al-Taayshi, menekankan bahwa keselamatan warga Sudan harus diutamakan di atas kepentingan politik.

Darfur hingga kini masih sulit dijangkau bantuan internasional karena pertempuran. Infrastruktur yang rapuh semakin tertekan oleh perang lebih dari dua tahun terakhir.

Menurut data PBB, perang saudara di Sudan telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa lebih dari 14 juta warga mengungsi. Longsor Tarasin memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah yang sudah rentan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...

News

Pemkab Pidie Jaya Cairkan Gaji ASN ke-13

POPULARITAS.COM –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, mencairkan gaji ke-13 guna meringankan...

News

Prabowo Ungkap Alasan Beratnya Copot Dadan Hindayana

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengaku berat saat mengambil keputusan mencopot Dadan...