Home Hukum LSM Antikorupsi MaTA minta Kejati Aceh selidiki kasus ambruknya tanggul di Pidie
Hukum

LSM Antikorupsi MaTA minta Kejati Aceh selidiki kasus ambruknya tanggul di Pidie

Share
LSM Antikorupsi MaTA duga ada kebocoran pada retribusi alat berat di Pidie Jaya
Koordinator Masyarakat Tranparansi Aceh (MaTA) Alfian. Foto : Ist
Share

POPULARITAS.COM – LSM Antikorupsi Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, untuk turun tangan selidiki kasus ambruknya tanggul penahan banjir di Krueng Teupin Raya, Pidie, beberapa waktu lalu.

Permintaan itu, disampaikan oleh Kordiantor MaTA, Alfian dalam keterangannya kepada popularitas.com, Selasa (17/12/2024) di Banda Aceh. “Ini kasus luar biasa. Kejati Aceh harus turun tangan mengusutnya,” katanya.

Kegiatan itu sendiri merupakan proyek sumber APBN tahun 2024 yang dikerjakan PT. Intan Meutuah Jaya dengan nilai kontrak Rp 15 miliar dari dasar Pagu Rp 19 miliar.

Menurutnya, dengan turun tangannya pihak Kejati Aceh, menjadi penting untuk menilai persoalan yang terjadi dalam kasus ambruknya tanggul tersebut. Jadi, para penyidik nanti bisa menilai apa yang terjadi, apakah soal spesifikasi teknis atau ada aspek-aspek lain. “Inikah harus di ungkap untuk didapati penyebabnya sehingga bisa dinilai apakah itu tindak pidana atau seperti apa,” tandasnya.

Dalam upaya mengungkap fakta terkait kasus runtuhnya tanggul proyek pengendali banjir tersebut, Kejaksaan sendiri menurut Alfian memiliki pengalaman mempuni dalam menggandeng ahli.

“Saya pikir Kejaksaan sudah memiliki pengalaman untuk bisa menggandengkan ahli. Untuk kemudian bisa melakukan pengecekan kualitas beton (proyek tanggul Rp 15 m) tersebut,” ujarnya.

Usai dilakukan pengecekan kemudian ditemukan adanya ketidaksesuai spesifikasi, maka patut diduga telag terjadi dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tersebut. “Saya ini harus clear. Soalnya kalau kasus seperti ini dibiarkan ataupun tidak ada kepastian hukum, akan berpotensi terhadap pembangunan-pembangunan yang lain. Apalagi yang kita tau di 13 Kabupaten di Aceh itu rawan banjir,” jelasnya. “Ini bukan hanya soal kerugian negara, tetapi juga soal kerugian sosial masyarakat itu sangat besar.” imbuhnya.

Share
Tulisan Terkait
Polisi tangkap ‘oknum polisi’ kasus perampokan toko emas di Aceh Selatan, satu pucuk senjata api laras panjang diamankan
Hukum

Polisi tangkap ‘oknum polisi’ kasus perampokan toko emas di Aceh Selatan, satu pucuk senjata api laras panjang diamankan

POPULARITAS.COM – Polres Aceh Selatan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh berhasil...

Bahas revisi UUPA, Ketua DPRA Zulfadhli temui Menko Yusril Ihza Mahendra
Hukum

Bahas revisi UUPA, Ketua DPRA Zulfadhli temui Menko Yusril Ihza Mahendra

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Jumat 17 Juli 2026, temui Menteri...

HukumNews

Lembaga Wali Nanggroe Evaluasi Implementasi MoU Helsinki

POPULARITAS.COM – Lembaga Wali Nanggroe (LWN) bersama Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam)...

HukumNews

Seusai Tersangka, Keberadaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Misterius

POPULARITAS.COM – Keberadaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie...