POPULARITAS.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan kembali posisi Aceh sebagai salah satu pusat penting dalam sejarah dan kebudayaan Nusantara.
Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Budaya dan Kuliah Umum GAYAIN Aceh 2025 di Universitas Syiah Kuala (USK), Senin (24/11/2025).
“Aceh punya satu peradaban yang maju, dibandingkan kerajaan dan kesultanan di daerah lain,” kata Fadli Zon.
Fadli Zon mengatakan Aceh memiliki sejarah panjang sebagai titik akulturasi budaya. Ia mengenang kunjungannya pertama kali ke Aceh pada 1993, ketika bertemu sejumlah aktivis dan ulama, termasuk almarhum Ali Hasjmy. Kedekatan itu, kata Fadli Zon, membuatnya memahami betapa pentingnya peran Aceh dalam peradaban Nusantara.
Fadli Zon mencontohkan bidang numismatik sebagai bukti kemajuan tersebut. Dari koleksi pribadinya, Fadli menunjukkan koin-koin Samudra Pasai yang dinilainya jauh lebih maju dibandingkan wilayah lain pada masanya.
“Koin Aceh itu cukup maju. Dimasa itu banyak koin kesultanan di berbagai tempat bahannya sederhana. Aceh memiliki koin emas, perak hingga timah. Itu menunjukkan ekspresi budaya dari material,” ujarnya.
Menurut Fadli Zon, Aceh tidak hanya dikenal sebagai Serambi Mekkah, tetapi juga sebagai wilayah dengan sejarah akulturasi budaya yang berlangsung panjang, bahkan sebelum masuknya Islam.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga menyinggung perjalanan kementerian yang ia pimpin.
Fadli Zon menyebutkan Kementerian Kebudayaan merupakan institusi baru yang dibentuk di era Presiden Prabowo sebagai komitmen membangun fondasi kebudayaan nasional yang kuat.
Namun demikian, Fadli Zon mengakui masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Menurut Fadli Zon, Indonesia memiliki modal budaya besar yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Ke depan, kita akan ditantang memanfaatkan budaya menuju industri budaya dan ekonomi budaya. Kita ini salah satu yang tertua di dunia,” pungkasnya.









Leave a comment