POPULARITAS.COM – Di tengah beragam pilihan wisata alam di Kabupaten Aceh Besar, Teupin Balok menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Berada di Gampong Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, destinasi ini memadukan keindahan aliran sungai, rimbunnya pepohonan nipah, dan suasana alam yang masih asri.
Kawasan wisata yang dikembangkan melalui dana desa dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejak awal 2024 itu menjadi salah satu pilihan rekreasi bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman.
Daya tarik Teupin Balok tidak terletak pada wahana modern atau bangunan megah. Keindahannya justru hadir melalui lanskap alam yang sederhana, dengan aliran air yang tenang dan pepohonan hijau yang tumbuh di sepanjang tepian sungai.
Suasana tersebut memberikan ruang bagi pengunjung untuk sejenak memperlambat aktivitas, menikmati udara terbuka, sekaligus merasakan kedekatan dengan alam.
Untuk menuju ke wisata Teupin Balok wisatawan dapat memulai perjalanan dari pusat Kota Banda Aceh menuju Jalan Nasional Lintas Barat, yakni jalur Banda Aceh–Meulaboh.
Setelah menyusuri jalan nasional tersebut, pengunjung akan tiba di kawasan Keude Bieng. Dari titik ini, kendaraan diarahkan berbelok ke kiri menuju Gampong Lambaro Kueh.

Perjalanan kemudian dilanjutkan mengikuti jalan desa dan petunjuk arah menuju Gampong Naga Umbang. Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati suasana pedesaan, hamparan kebun warga, serta panorama hijau yang menemani perjalanan menuju destinasi.
Saat mendekati lokasi, perhatikan papan penunjuk arah menuju Teupin Balok. Perjalanan dari pusat Kota Banda Aceh diperkirakan memakan waktu sekitar 25–30 menit, bergantung pada kondisi lalu lintas dan titik keberangkatan. Wisatawan disarankan menggunakan peta digital sebagai panduan tambahan serta tetap berhati-hati ketika melintasi jalan desa yang relatif sempit di beberapa titik.
Setibanya di lokasi, pandangan akan tertuju pada aliran sungai yang dikelilingi pepohonan nipah. Vegetasi yang tumbuh rapat di sepanjang tepian sungai menciptakan suasana teduh.
Pengunjung dapat menikmati panorama dari tepian sungai atau mencoba pengalaman menyusuri aliran air menggunakan perahu yang disediakan pengelola. Dari atas perahu, suasana alam terlihat lebih dekat, mulai dari pepohonan yang menjuntai hingga pantulan warna hijau di permukaan air.
Aktivitas tersebut memberikan pengalaman rekreasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pengunjung menikmati keindahan lingkungan dengan cara yang lebih santai.
Bagi pengunjung yang tidak ingin melakukan aktivitas air, bersantai di pondok-pondok sekitar kawasan wisata juga bisa menjadi pilihan. Duduk menikmati pemandangan, berbincang bersama keluarga, atau sekadar mendengarkan suara alam menjadi kegiatan sederhana yang justru memberikan kesan tersendiri.
Bagi wisatawan, daya tarik destinasi alam seperti Teupin Balok bukan semata-mata terletak pada pemandangannya, melainkan juga pengalaman yang dirasakan selama berada di lokasi.
Riska Maulida, salah seorang wisatawan mengatakan suasana yang teduh, pemandangan sungai, serta lingkungan yang hijau merupakan keindahan tersendiri baginya saat berada di lokasi.
“Saya suka suasana alamnya yang masih asri. Di sini kita bisa menikmati pemandangan sungai, duduk santai, dan menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga. Tempat seperti ini cocok untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Riska Maulida.
Pengalaman seperti itu memperlihatkan bahwa wisata alam tidak selalu membutuhkan fasilitas yang serba mewah. Lingkungan yang nyaman, kebersihan kawasan, dan kesempatan menikmati suasana tanpa tergesa-gesa dapat menjadi alasan tersendiri bagi wisatawan untuk datang.
Selain menawarkan panorama alam, Teupin Balok memiliki potensi dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui aktivitas pariwisata dan kuliner lokal.
Salah satu produk yang dikenal di kawasan ini adalah sirup nipah. Pemanfaatan buah nipah sebagai bahan minuman khas memberikan nilai tambah bagi potensi alam setempat sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi wisata.
Pengunjung juga dapat menikmati makanan ringan dan kuliner lokal sembari bersantai di sekitar kawasan sungai. Kehadiran usaha kuliner dan layanan wisata menjadi bagian dari pengalaman berkunjung sekaligus memberikan peluang pendapatan bagi warga.
Pengelolaan melalui BUMDes menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan destinasi berbasis gampong. Dengan keterlibatan masyarakat, potensi wisata tidak hanya diarahkan untuk menarik kunjungan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Awalnya saya penasaran karena melihat sirup nipah ini ramai di media sosial. Setelah datang langsung dan mencobanya, rasanya sangat segar. Apalagi, minuman ini bisa dinikmati sambil melihat pemandangan sungai dan pepohonan nipah yang masih asri,” ujar Riska Maulida.
Keindahan Teupin Balok merupakan aset yang perlu dijaga bersama. Sebagai destinasi yang mengandalkan lingkungan alami, kebersihan sungai dan kelestarian pepohonan menjadi bagian penting dalam mempertahankan daya tariknya.
Pengunjung diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan kawasan, dan mengikuti arahan pengelola ketika menggunakan wahana air. Pengelola juga memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas wisata berlangsung dengan memperhatikan keselamatan serta kelestarian lingkungan.
Teupin Balok menunjukkan bahwa potensi wisata Aceh Besar dapat tumbuh dari kekayaan alam dan inisiatif masyarakat gampong. Aliran sungai, rimbunnya nipah, serta suasana pedesaan menjadi daya tarik yang menawarkan pengalaman berbeda dari wisata perkotaan.
Bagi mereka yang mencari tempat untuk beristirahat sejenak dari kesibukan, Teupin Balok menghadirkan pilihan sederhana: menikmati alam, menghirup udara segar, dan membiarkan suasana tenang menjadi bagian dari perjalanan.
Leave a comment