Home Ekonomi Pasar kripto diproyeksi capai Rp400 triliun akhir 2025, pengaruh lonjakan harga Bitcoin
Ekonomi

Pasar kripto diproyeksi capai Rp400 triliun akhir 2025, pengaruh lonjakan harga Bitcoin

Share
Harga BTC menguat 1,46 persen, kini 62,44 ribu USD
bitcoin. (ist)
Share

POPULARITAS.COM – Industri aset kripto di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan berkelanjutan pada paruh kedua 2025. PT Central Finansial X (CFX) menyampaikan, sejumlah faktor kunci turut mendorong optimisme tersebut, mulai dari rekor harga Bitcoin, lonjakan volume transaksi, hingga kehadiran emiten kripto pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama CFX Subani mengungkapkan pencapaian harga Bitcoin yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 122.780 pada Senin (14/7/2025) menjadi katalis utama yang meningkatkan minat masyarakat terhadap aset digital.

“Kenaikan harga Bitcoin memberi dorongan psikologis yang kuat terhadap minat investor, terutama investor ritel. Ini tercermin dari volume perdagangan spot harian yang sempat melonjak hingga Rp 3 triliun pada akhir pekan lalu, jauh di atas rata-rata harian Juli yang berada di kisaran Rp 1 triliun,” ujar Subani, Senin (21/7/2025).

Ia menambahkan, pertumbuhan jumlah investor turut memperkuat prospek pasar kripto nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah konsumen aset kripto di Indonesia per Mei 2025 mencapai 14,78 juta orang, naik 14,39% dibandingkan Januari 2025 yang tercatat 12,92 juta. Rata-rata pertumbuhan bulanan berada di kisaran 3%.

“Jumlah konsumen yang terus meningkat menjadi fondasi penting dalam mendukung kenaikan volume transaksi. Kami mencatat total nilai transaksi aset kripto pada Mei 2025 mencapai Rp 49,57 triliun, tertinggi sepanjang tahun ini dan melonjak 39,20% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara kumulatif, nilai transaksi sepanjang Januari hingga Mei telah mencapai Rp 194,48 triliun,” jelas Subani.

CFX juga menyoroti pencatatan saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (IDX: COIN) di BEI pada 9 Juli 2025 sebagai momen bersejarah. COIN merupakan induk dari Bursa CFX dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), sekaligus perusahaan terbuka pertama di sektor kripto Indonesia.

Menurut Subani, status Bursa CFX sebagai anak usaha dari emiten tercatat memperkuat struktur tata kelola dan transparansi dalam industri kripto nasional.

“Kini CFX tak hanya berada di bawah pengawasan OJK IAKD, tetapi juga tunduk pada regulasi OJK Pasar Modal. Ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar terhadap tata kelola bursa kripto,” ujarnya.

Subani menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan kunci dalam memperluas basis investor dan memperdalam pasar kripto ke depan.

“Kami optimistis kombinasi antara sentimen positif harga, peningkatan konsumen, serta tata kelola yang lebih baik akan mendorong pertumbuhan transaksi di semester II 2025, bahkan berpotensi melampaui capaian 2024,” ucapnya.

CFX memproyeksikan tren pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah investor akan berlanjut hingga akhir tahun. Optimisme tersebut didukung oleh meningkatnya minat investor institusional dan ritel terhadap aset digital, pesatnya perkembangan teknologi blockchain, potensi integrasi dengan sistem pembayaran digital, serta edukasi kripto yang semakin meluas.

“Dengan posisi konsumen yang sudah menembus hampir 15 juta dan volume transaksi yang menanjak, kami menargetkan semester II 2025 dapat melanjutkan tren positif dan menutup tahun ini dengan nilai transaksi yang melampaui Rp 400 triliun,” tutup Subani.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

EkonomiNews

Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional

POPULARITAS.COM – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar mengusulkan Aceh menjadi pilot...

LSM Antikorupsi MaTA duga ada kebocoran pada retribusi alat berat di Pidie Jaya
EkonomiNews

MaTA Desak Pertamina Buka Data Pasokan BBM ke SPBU Secara Transparan

POPULARITAS.COM – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Pertamina meningkatkan transparansi tata kelola...

EkonomiNews

Ditopang 23% Sektor Usaha Berkelanjutan, Kinerja Pembiayaan BSI Solid

POPULARITAS.COM –  Kinerja pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia (persero) Tbk (BSI) pada...