POPULARITAS.COM – Iran secara terang-terangan mengancam akan menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Ancaman ini disampaikan menyusul kegagalan negosiasi kedua negara dan memanasnya situasi geopolitik regional sejak awal 2026.
Anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, Mohsen Rezaee, menyatakan bahwa peluncur rudal Iran kini telah diarahkan langsung ke armada laut militer AS. Ia menegaskan Iran siap merespons setiap serangan dari pihak Amerika.
Dikutip dari Tasnim, Kamis (16/4/2026), Rezaee menyampaikan pernyataan keras tersebut secara eksplisit.
“AS pasti akan gagal dalam blokade angkatan lautnya, seperti halnya kegagalan bersejarah untuk membuka Selat Hormuz. Tekanan harus ditingkatkan. Peluncur kami diarahkan ke kapal-kapal tersebut dan kami akan menenggelamkan semuanya,” ujar Rezaee.
Rezaee juga menilai perpanjangan gencatan senjata antara Iran dan AS tidak akan memberi keuntungan berarti bagi Teheran.
Konflik Meletus sejak Februari 2026
Ketegangan antara kedua negara bermula pada 28 Februari 2026, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu menimbulkan kerusakan dan korban di pihak sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah. Eskalasi ini berdampak luas — sejumlah negara di kawasan terpaksa menutup wilayah udara mereka, baik penuh maupun sebagian, akibat meningkatnya ancaman rudal dan drone.
Jalur penerbangan internasional pun terganggu, memperparah kekhawatiran terhadap keamanan regional.
Negosiasi di Islamabad Berakhir Tanpa Hasil
Di tengah eskalasi tersebut, kedua pihak sempat duduk semeja dalam pertemuan diplomatik di Islamabad, Pakistan, pada 11 April 2026. Pertemuan itu digelar setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Namun, upaya diplomasi itu kandas. Sehari setelah pertemuan, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Amerika menyatakan negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan baru. Delegasi AS kembali ke Washington tanpa membawa hasil konkret.
Kegagalan perundingan itu kini diikuti oleh pernyataan ancaman terbuka dari Teheran — mempertegas bahwa jalan menuju de-eskalasi konflik Iran-AS masih jauh dari kata mudah. (hsn)
sumber: beritasatu.com












Leave a comment