Home News Prabowo Tegaskan Harga BBM Tidak Naik di Tengah Konflik Timur Tengah
News

Prabowo Tegaskan Harga BBM Tidak Naik di Tengah Konflik Timur Tengah

Share
Reshuffle Kabinet Prabowo: Daftar Pejabat yang Dilantik Hari Ini
Gambar: Presiden Indonesia Prabowo Subianto (ist)
Share

POPULARITAS.COM – Di tengah kekhawatiran dampak konflik Timur Tengah terhadap energi dunia, Presiden Prabowo Subianto menegaskan satu hal: harga BBM tidak akan naik. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah untuk menjaga pasokan energi tetap aman sekaligus mempertahankan subsidi bagi mayoritas rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi nasional, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun menengah.

“Sebagian langkah-langkah sudah kita umumkan untuk kita kendalikan konsumsi daripada bahan bakar untuk jangka pendek ini, yang saya anggap kritis adalah satu tahun ke depan ini, 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat. Nanti langkah-langkahnya kita jelaskan,” ujar Prabowo.

Ia menilai kondisi pasokan BBM nasional masih relatif aman. Menurut Prabowo, potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran tidak akan terlalu memengaruhi pasokan dalam negeri. Pemerintah, kata dia, juga telah menyiapkan opsi sumber energi alternatif guna memperkuat ketahanan nasional.

“Namun, intinya sekarang kita siap, kita kuat dalam menghadapi satu tahun ini, kondisi, karena sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari alternatif lain selain kita punya kekuatan dalam negeri yang sangat kuat,” katanya.

Baca juga: Trump Ultimatum Terakhir ke Iran: Deadline Selat Hormuz 7 April 2026 atau Serangan Besar

Selain memastikan harga BBM tidak naik, Prabowo menegaskan subsidi BBM akan tetap diarahkan bagi masyarakat kecil. Ia menyebut 80% rakyat Indonesia masih menjadi prioritas penerima subsidi energi.

“Untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil, kita akan pertahankan untuk 80% rakyat kita. Namun, pada saatnya, yang orang-orang kuat, orang kaya, ya kalau mau pakai bensin yang mahal ya dia harus pakai harga pasar. Lu udah kaya minta subsidi lagi, ya enggaklah, yang kita bela rakyat miskin,” katanya.

Kebijakan tersebut, menurut pemerintah, menjadi bagian dari langkah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan penyaluran subsidi tetap tepat sasaran di tengah tekanan ekonomi global. (hsn)

Sumber: beritasatu.com

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jawa Tengah sebagai Tersangka Korupsi

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jawa Tengah sebagai Tersangka Korupsi...

News

Prabowo Ulang Tahun Ke-75

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto genap berusia 75 tahun pada Sabtu (17/10/2026)....

InternasionalNews

Baru 5 Hari Kerja, Sekretaris Pers Donald Trump Dipecat

POPULARITAS.COM –  Sekretaris pers Gedung Putih Katie Zacharia dipecat, padahal baru lima...

News

4 Petugas Meninggal saat Padamkan Karhutla di Bromo

POPULARITAS.COM – Empat petugas meninggal saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...