POPULARITAS.COM – Akibat jumlah pasien yang membludak, pasien anak di ruang perawatan anak di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUDTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpaksa dirawat di luar ruangan, Selasa (23/12/2025).
Dampak keterbatasan ruang ini, dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga.
Salah seorang orang tua pasien mengaku, sudah dua hari harus tidur di luar ruangan, karena tidak tersedianya tempat tidur diruang rawat.
“Sudah dua hari kami tidur di luar. Kami khawatir, dengan kondisi seperti ini anak saya, bukan semakin sembuh, malah sebaliknya,” ujar salah seorang keluarga pasien asal Blangpidie, Selasa (23/12/2025)
Ia berharap, rumah sakit dapat menampung lebih banyak pasien anak, dan tidak lagi ada pengalaman rawat inap di luar ruangan.
Ia mengaku tak berani melakukan protes. Baginya, yang terpenting adalah menjalani semuanya demi kesembuhan sang anak.
“Tak ada pilihan untuk protes. Semua harus dijalani. Yang paling penting, anak saya bisa sembuh,” ujarnya dengan nada lirih.
Sementara itu, Direktur RSUDTP Abdya, Ismail Muhammad SpB saat dikonfirmasi Popularitas.com, membenarkan kondisi tersebut.
Ia menjelaskan, kapasitas ruang anak menyusut dari 21 tempat tidur menjadi 14 tempat tidur, pasca penerapan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
“Ruang anak biasanya 21 bed, tapi setelah standar KRIS tinggal 14 bed. Kini hanya tinggal 14, termasuk dengan kelas I dan umum,” ujarnya.
Ia mengaku, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk penambahan fasilitas dan pembangunan gedung baru, guna menyesuaikan kebutuhan layanan kesehatan dengan standar KRIS.
“Solusinya, harus ada penambahan gedung baru, supaya ke depan pasien bisa dirawat di ruangan,” pungkasnya.









Leave a comment