Home News Satgas Covid Minta Daerah Bikin SOP Perlindungan Tenaga Medis
News

Satgas Covid Minta Daerah Bikin SOP Perlindungan Tenaga Medis

Share
DPRK Usulkan Pemko Uji Usap 5.000 Warga di Banda Aceh
Ilustrasi, Tes Swab, 54 Warga Lhokseumawe Negatif Corona. (popularitas/Risky)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta seluruh kepala daerah menyusun standar operasional prosedur (SOP) perlindungan bagi tenaga medis dari virus corona (Covid-19). Hal itu perlu dilakukan mengingat sudah banyak tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan virus corona belakangan ini.

“Karenanya besar harapan kami bapak ibu untuk bisa menyusun SOP tentang perlindungan pada dokter dan tenaga kesehatan. Agar dokter kita bisa terselamatkan,” kata Doni dalam Rapat Kerja dengan kepala daerah seluruh Indonesia secara virtual yang disiarkan di kanal Youtube Livestreaming Kemendagri, Senin (10/8/2020).

Sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia mencatat hingga 4 Agustus lalu sebanyak 74 dokter meninggal dalam status sebagai suspek atau positif corona.

Doni menegaskan dengan SOP, tenaga kesehatan menjadi benteng terakhir perlawanan terhadap virus corona di bidang kesehatan.

“Ujung tombaknya masyarakat dengan melibatkan komponen pusat di daerah termasuk komponen pemerintah, akademisi, peneliti, dunia usaha dan kelompok masyarakat berbasis organisasi keagamaan dan juga media,” kata Doni.

Selain itu, Doni mengaku optimis Indonesia bisa memutus rantai penularan virus corona secara cepat. Salah satu kuncinya dengan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat.

Ia berkeinginan agar kepala daerah bisa menggandeng orang-orang berpengaruh di daerah masing-masing untuk mengkampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat. Ia lantas mencontohkan Presiden Joko Widodo menggandeng Kelompok PKK untuk melakukan kampanye penggunaan masker dari pintu ke pintu atau door to door bagi masyarakat.

“Karena covid bukan rekayasa dan konspirasi, covid ibarat malaikat pencabut nyawa. Harus mengajak lingkungannya disiplin, Covid-19 sangat berbahaya, tetapi manusia yang membawa Covid-19 jauh lebih berbahaya, berikan edukasi masyarakat untuk ubah perilaku,” kata Doni.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

POPULARITAS.COM – Polemik pengelolaan gas di Wilayah Kerja South Andaman oleh Mubadala...

News

Terjebak di Area Bekas Karhutla, 2 Orang Utan di Sampit Dievakuasi

POPULARITAS.COM – Dua orang utan berhasil diselamatkan tim gabungan Balai Konservasi Sumber...

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi
News

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Aceh...

News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...