POPULARITAS.COM – Anggota DPRK Pidie Jaya, Muslem M Adam, mempertanyakan kinerja pemerintah setempat terkait serapan anggaran Tahun 2026.
Soalnya, memasuki triwulan ketiga pelaksanaan dan realisasi kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2026, serapan anggaran APBK setempat masih sangat rendah.
Hal itu disebabkan masih banyaknya kegiatan pengadaan barang dan jasa setempat baik berbasis tender maupun Pengadaan Langsung (PL) belum sepenuhnya dilaksanakan.
Kritikan Muslem itu disampaikan dalam rapat Paripurna terkait Laporan Badan Anggaran (Banggar) terhadap rencangan Qanun Pidie Jaya Tentang Pertanggung Jawaban pelaksanaan APBK Tahun anggaran 2025, Senin (13/7/2026).
Politisi Partai Nasdem itu bahkan mengingatkan Bupati Sibral Malasyi bahwasanya masa pelaksanaan kegiatan anggaran sudah masuk Juli atau kuartal ketiga TA 2026.
“Ini sudah masuk triwulan ketiga pak Bupati. Seharusnya di triwulan ketiga ini sudah bisa masuk masa perubahan,” kata Muslem M Adam.
Sebagai legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, iapun mendorong Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi memacu pelaksanaan dan realisasi kegiatan anggaran sehingga nilai serapannya juga meningkat.
“Pak Bupati saran kami kalau bisa agar serapan anggaran meningkat, bulan tujuh (Juli) ini kegiatan-kegiatan yang belum-belum ditender (diumumkan di LPSE) dipercepat saja prosesnya,” tegas Muslem M Adam ke Bupati Sibral dalam rapat paripurna tersebut.
Bupati Sibral yang memang berada di ruangan tersebut pun langsung menjawab “Sudah-sudah ditender”.
Mendengar jawaban tersebut, Muslem pun kembali menimpali dengan menyebutkan apa yang disampaikan bisa disebut benar.
“Memang benar pak Bupati, kadang-kadang anda sudah menyarankan ke SKPK agar kegiatan dipercepat proses pelaksanaaan atau tender. Tetapi kadang-kadang ada dinas-dinas yang belum (tender) coba Bupati kroscek kendalanya,” cetusnya.








Leave a comment