POPULARITAS.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp1,429 triliun atau 95,80 persen dari target Rp1,492 triliun pada Tahun Anggaran 2025.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat rapat paripurna pembahasan Rancangan Qanun tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK 2025 di Gedung DPRK Banda Aceh, Senin (13/7/2026).
Illiza merinci, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp405,55 miliar atau 92,99 persen dari target Rp436,11 miliar. Sementara pendapatan transfer mencapai Rp1,008 triliun atau 97 persen dari target Rp1,040 triliun.
“Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi Rp15,37 miliar atau 94,56 persen dari target Rp16,26 miliar,” kata Illiza.
Menurut Illiza, realisasi tersebut menunjukkan kinerja pendapatan daerah tetap terjaga meski dihadapkan pada berbagai tantangan fiskal.
Namun, ia mengakui kontribusi PAD terhadap APBD masih perlu ditingkatkan agar Banda Aceh semakin mandiri secara fiskal.
“Angka tersebut menunjukkan Banda Aceh berada pada jalur menuju kemandirian fiskal. Namun, kita masih berada di bawah ambang batas 50 persen kontribusi PAD terhadap APBD yang menjadi salah satu indikator daerah mandiri secara fiskal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Illiza.
Illiza mengatakan penguatan PAD akan terus menjadi fokus Pemerintah Kota Banda Aceh melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang dilakukan secara efektif, transparan, dan berkeadilan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Illiza berharap dukungan DPRK dan seluruh pemangku kepentingan agar kapasitas fiskal daerah terus meningkat sehingga pembangunan dan pelayanan publik di Banda Aceh dapat berlangsung secara berkelanjutan.







Leave a comment