Home Internasional Staf Trump Mulai Resign Satu per Satu Jelang Pemilu Sela
InternasionalNews

Staf Trump Mulai Resign Satu per Satu Jelang Pemilu Sela

Share
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO : Xinhua/Hu Yousong
Share

POPULARITAS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasuki paruh kedua masa jabatannya dengan sejumlah posisi penting di jajaran staf senior Gedung Putih yang kosong.

James Braid, pejabat yang menjadi penghubung utama Gedung Putih dengan Kongres, mengumumkan kepergiannya pekan lalu. Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa dirinya mundur dari jabatan tersebut.

Pergantian ini terjadi ketika pemerintahan Trump menghadapi kemungkinan Kongres dikuasai Partai Demokrat setelah pemilu sela, menurut laporan Politico, pada Minggu (23/8/2026).

Staf Trump mundur satu per satu

Pergantian staf menjelang pemilu sela sebenarnya bukan sesuatu yang tidak biasa. Namun, kondisi di pemerintahan Trump dinilai memiliki dampak lebih besar karena presiden dikenal menjalankan pemerintahan melalui sejumlah kecil pembantu yang dekat dan sangat loyal kepadanya.

Kepergian pejabat-pejabat tersebut menambah ketidakpastian ketika Trump sudah menghadapi berbagai tantangan, baik di dalam maupun luar negeri.

Seorang mantan pejabat pada masa jabatan pertama Trump mengatakan bahwa sebagian orang mulai melihat kemungkinan Partai Republik kehilangan kendali atas DPR maupun Senat setelah pemilu sela.

“Saya pikir orang-orang melihat apa yang akan terjadi dan berpikir Partai Republik kemungkinan tidak akan menguasai DPR, bahkan mungkin tidak akan menguasai Senat, dan semuanya akan mandek,” kata pejabat tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Jika itu terjadi, pemerintahan Trump diperkirakan menghadapi lebih banyak hambatan dan penyelidikan dari Kongres.

Menurut sumber tersebut, kondisi itu membuat sebagian staf mempertimbangkan masa depan mereka setelah pemerintahan Trump berakhir.

Mengenai alasan mundur sebelum pemilu, seorang yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan bahwa mereka yang ingin mencari pekerjaan di sektor swasta bisa memanfaatkan jaringan dan hubungan politik yang masih kuat selama Partai Republik memegang kendali seperti pada saat ini.

Jika Partai Republik kehilangan salah satu atau kedua kamar Kongres, modal politik yang dimiliki para pejabat tersebut dapat berkurang.

Sumber tersebut menggambarkan persoalan itu sebagai masalah daya jual di dunia kerja. “Jika Anda ingin mendapatkan pekerjaan yang layak di pusat pemerintahan, Anda harus pergi sekarang, karena masih ada hubungan yang bisa dimanfaatkan selama mayoritas masih ada,” katanya.

Braid sendiri belum mengumumkan secara terbuka langkah berikutnya setelah meninggalkan Gedung Putih. Namun, menurut seseorang yang mengetahui rencananya, hari terakhir Braid di Gedung Putih adalah 30 September.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Penyebab Visa Ditolak, Periksa sebelum Mengajukannya

POPULARITAS.COM – Pengajuan visa tidak selalu berjalan lancar jika pemohon kurang cermat...

News

Banda Aceh Mulai Diselimuti Asap

POPULARITAS.COM – Wilayah Kota Banda Aceh mulai terpapar asap yang diduga berasal...

KesehatanNews

Risiko Kesehatan yang Mengintai Saat Sering Makan Makanan Instan

POPULARITAS.COM – Makanan instan sering jadi pilihan praktis bagi banyak orang karena...

News

Larang Pilot WNI Mendarat di Tel Aviv, Indonesia Kecam Israel

POPULARITAS.COM – Pemerintah Indonesia mengecam kebijakan Israel yang melarang awak pesawat dari...