Home News Survei Kemenkes: Percobaan Bunuh Diri Anak Remaja Naik 2,7 Kali Lipat
News

Survei Kemenkes: Percobaan Bunuh Diri Anak Remaja Naik 2,7 Kali Lipat

Share
Silhouette of unrecognizable sad autistic girl behind stained glass window sitting alone in the backyard
Share

POPULARITAS.COM – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan adanya peningkatan angka percobaan bunuh diri pada kelompok usia remaja berdasarkan hasil survei gangguan kejiwaan.

Dante mengatakan, peningkatan tersebut terlihat dari perbandingan hasil survei yang dilakukan pada 2015 dan 2023.

Berdasarkan hasil survei, jumlah siswa yang memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri meningkat 1,6 kali lipat. Sementara itu, angka percobaan bunuh diri meningkat hingga 2,7 kali lipat.

“Saya coba bandingkan antara survei yang kita coba kerjakan di 2015 dengan di 2023, ternyata angkanya naik, di siswa sekolah yang berpikiran mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri itu naik 1,6 kali lipat, hampir 2 kali lipat percobaan bunuh diri di pikiran bunuh diri siswa, dan yang sudah mencoba itu naik 2,7 kali lipat. Ini sesuatu yang rentan dari perhatian kita semua,” ujar Dante dalam acara Temu Media Peningkatan Mental Health Awareness di RS Soeharto Heerdijan, Kamis (4/9/2026).

Dante menilai persoalan kesehatan mental, khususnya pada remaja, perlu mendapat perhatian serius. Ia mencontohkan pemberitaan mengenai kasus bunuh diri yang baru-baru ini terjadi pada salah satu mahasiswa di perguruan tinggi di Jakarta.

Menurut Dante, berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kondisi mental seseorang terkadang luput dari perhatian dalam kehidupan sosial.

“Ini memang angkanya itu seperti fenomena gunung es. Dia enggak keliatan muncul sedikit, tetapi yang melakukan percobaan bunuh diri. Ini terus meningkat 10 sampai 70%  dari siswa.

Satu dari 10  siswa itu mencoba mengakhiri hidup dengan bunuh diri, dan usia 11 – 17 juga merupakan paling rentan untuk mencoba bunuh diri di kelompok usia yang kita coba evaluasi,” paparnya.

Lebih lanjut, Dante menjelaskan gangguan jiwa juga berdampak terhadap kualitas hidup seseorang. Menurutnya, dampak gangguan jiwa perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

“Dampak gangguan jiwa besar dan mempengaruhi kualitas hidup, kalau kualitas hidup diukur gangguan jiwa menempati nomor dua di atas penyakit jantung pembuluh darah dan diabetes, ini begitu pentingnya kualitas hidup tidak maksimal itu karena mereka mengalami gangguan jiwa,” tutup Dante.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Jangan Salah, Ini Beda Fungsi Air Purifier dan Humidifier

POPULARITAS.COM – Menjaga kualitas udara di dalam rumah bukan hanya soal membersihkan...

HukumNews

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Penipuan perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkap modus penipuan yang merekrut...

News

Buku ‘Ilmu Kepolisian sebagai Bidang Studi’ karya Dedy Tabrani dibedah di Universitas Indonesia

POPULARITAS.COM – Para akademisi di Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, gelar kegiatan...

InternasionalNews

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

POPULARITAS.COM – Wali Kota Aulnoye-Aymeries, Prancis, Bernard Baudoux, dipukuli pemukim Israel saat...